Home Start Back Next End
  
12
Dalam
kegiatan
corrective
maintenance yang
terjadi
adalah
apabila
ada
kerusakan, 
maka  peralatan  atau  komponen  tersebut  baru  diperbaiki. 
Maksud 
dari
tindakan perbaikan ini adalah agar peralatan atau komponen tersebut dapat dipergunakan
kembali
dalam
proses
operasi,
sehingga operasi
dapat
berjalan
lancar
kembali. Apabila
perusahaan
hanya
mengambil
kebijaksanaan untuk
melakukan
corrective
maintenance
saja,
maka
terdapatlah
faktor
ketidakpastian akan
kelancaran
bekerjanya
peralatan
atau
komponen
proses
operasi
yang
ada.
Oleh
karena
itu
kebijaksanaan untuk
melakukan
corrective maintenance tanpa preventive maintenance, akan
menimbulkan akibat-akibat
yang
dapat
menghambat ataupun
memacetkan kegiatan
operasi
apabila
terjadi
suatu
kerusakan yang tiba-tiba pada peralatan operasi yang digunakan.
2.4
Pengertian Keandalan (Reliability)
Konsep
reliabilitas
pada
mulanya
dikembangkan
oleh
A.K.Erlang
dan
C.
Palm
yang
ditujukan
untuk
mengatasi
masalah
yang
terjadi
pada
telepon.
Pada
tahun
1930,
konsep
reliabilitas dinyatakan dalam
jumlah
rata-rata
tingkat
kegagalan
untuk
pesawat
terbang. Pada tahun 1940
tingkat kecelakaan rata-rata pada pesawat
terbang
tidak boleh
lebih
dari
satu
kecelakaan
dalam
setiap
100.000
jam
terbang,
dalam
tahun
yang
sama
analisis
reliabilitas
dipakai
pula
dalam
peralatan
perang.
Umumnya
konsep
reliabilitas
digunakan
pada
komponen
atau
sistem
yang
berisiko
tinggi
dan
membahayakan. Pada
saat
ini
konsep
reliabilitas
juga
digunakan
dalam
industri
listrik,
mesin,
kimia,
sistem
organisasi dan transportasi.
Bermula  pada  awal 
tahun  1950-an,  kata  reliabilitas 
memperoleh  pengertian
teknis
yang
sangat khusus
sehubungan dengan kendali
mutu
dari
produk.
Telah banyak
definisi formal yang diungkapkan dan secara garis besar isinya adalah sebagai berikut:
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter