![]() 58
Ì
Mengurangi jumlah standby-equipment
Ì
Mengurangi persediaan/stock spare parts
Ì
Penjadwalan pekerja yang lebih efektif
Ì
Distribusi pekerja (labor) yang lebih seimbang
Ì
Mengurangi overtime
Standarisasi prosedur operasi, biaya dan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan
Meningkatkan produktivitas
Lebih efisien dalam cost perawatan
Meningkatkan kualitas produk, dsb.
Preventive maintenance juga meliputi :
1.
Melakukan pencatatan
dan
pengelolaan data
tentang
perawatan,
kegagalan,
dan
penggunaan peralatan (dasar analisis peralatan)
2. Semua
jenis
kegiatan
predictive.
Termasuk
inspeksi,
melakukan
pengukuran,
inspeksi part
untuk
kualitas, analisis
pelumas,
temperature,
getaran,
kebisingan,
pencatatan semua data dari kegiatan predictive untuk trend analysis
3. Perbaikan minor (30 menit)
dorongan yang besar kearah produktivitas
4. Writing
up
setiap
kondisi
yang
memerlukan
perhatian
khusus
yang
berpotensial
kearah kegagalan
5. Penjadwalan dan pelaksanaan perbaikan yang dinstruksikan
6. Menggunakan frekuensi dan severity kegagalan untuk meningkatkan PM task list
7. Training dan upgrading kemampuan system PM
Sistem preventive maintenance dirancang untuk 2 tujuan :
Mendeteksi lokasi critical potential failure
Menganulir potential failure
|