|
124
c.
Perancangan
proses,
yaitu
serangkaian
perancangan
prosedur dan
kegiatan
merancang kode-kode program sesuai
dengan
spesifikasi proses
agar
sistem
informasi yang dirancang dapat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan.
2.19
Analisis dan Desain Sistem Berorientasi Objek
Menurut
Mathiassen
et
al.
(2000,
p5),
Analisis
dan
Perancangan Berorientasi
Objek
mendeskripsikan dua
permasalahan
yang
berbeda,
yakni
di
dalam
sistem
dan
di
luar
sistem.
Analisis
objek
mendeskripsikan fenomena di
luar
sistem,
seperti
orang
dan
barang,
yang
dapat
berdiri
sendiri.
Perancangan
objek
mendeskripsikan fenomena
di
dalam
sistem
yang
dapat
diawasi. Kita
dapat
mendeskripsikan behavior
mereka sebagai
operasi untuk komputer yang menyelesaikannya.
Menurut
Martin
dan
Odell
(1992,
p31),
analisis
dan
desain
berorientasi
obyek
memiliki beberapa karakteristik penting:
a.
Mereka
mengubah
jalan
pikiran
kita
mengenai
sistem.
Jalan
pikiran
OO
lebih
alami
bagi
kebanyakan
orang
dibandingkan dengan
teknik
analisis
dan
desain
secara terstruktur.
b.
Sistem dapat dibuat di
luar dari obyek-obyek
yang telah ada.
Hal
ini
menunjukkan
tingkat
kemampuan daur ulang yang tinggi, yang menghemat uang,
memperpendek waktu pengembangan, dan meningkatkan keterandalan sistem.
c.
Kompleksitas dari obyek dapat digunakan untuk perkembangan yang
berkelanjutan, karena obyek-obyek dibangun di luar dari obyek-obyek lain.
d.
Tempat
penyimpanan
CASE
seharusnya
berisikan
library
dari
tipe-tipe
obyek,
beberapa
diperoleh
dari
pembelian
dan
beberapa
lainnya
diperoleh
dari
built-in-
house.
|