Home Start Back Next End
  
40
Arsitektur 
Kolonial 
Belanda 
di 
Indonesia 
yang 
diterbitkan 
oleh 
Gajah 
Mada
University Press tahun 1995.
Dalam buku
yang
berjudul
asli L’Architecture
Colonial
Hollandais
en
Indonesie, yang mengetengahkan karya-karya arsitek besar Belanda di Indonesia
tersebut,
dia
menuliskan
dalam ruang
kantor
SMN,
plafon
dibuat
tinggi
dengan
jendela dan ventilasi yang lebar. Hal itu dimaksudkan untuk penghawaan dan
pencahayaan yang alami. (a) *Dian Chandra TB
(Sumber : m.1asphost.com/dailyreasons/berita3.shtm)
B. Grha Wonokoyo
Gedung perkantoran yang terletak tepat di persimpangan jalan raya Darmo
dan Tmana Bungkul ini ternyata memang didisain dengan prinsip hemat energi.
Pihak
PT.
Tirto
Dewi
Sejahtera
sebagai
pemilik berharap
desain
hemat
energi
bisa
menciptakan efisiensi operasional bangunan dalam jangka panjang.
Dari segi sosial, bangunan perkantoran ini punya nilai keberlanjutan yang
bisa
dibilang
hampir
mencakup
semua kriteria
yang
ada.
Kenyamanan
pengguna
misalnya, benar-benar diperhatikan dengan menciptakan bukaan-bukaan yang tinggi
(3,75m) sehingga
hanya 1m area
lantai kantor
yang
tidak
terkena cahaya
matahari.
Masuknya
cahaya
matahari
ke
dalam gedung
membuat
penerangan
di
siang
hari
tidak diperlukan. Begitu pula dengan udara luar yang dapat diakses pengguna
melalui jendela-jendela yang dapat dibuka.
Penghematan energi merupakan upaya yang menjadi prioritas dalam
mewujudkan 
nilai  keberlanjutan  pada  bangunan  Grha  Wonokoyo. 
Usaha 
yang
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter