Bab II
DATA DAN ANALISA
2.1
Data dan Literatur
Data dan informasi diperoleh dari:
1.
Promotional Strategy 6th edition oleh James F. Engel, Martin R. Warshaw,
Thomas C. Kinnear
Berisi strategi-strategi marketing dalam kesatuan bagian-bagian
promotional mix, apa yang mendasari perilaku dan motivasi konsumen,
berpikir strategis dan eksekusinya secara teoritis dan praktikal.
2.
Historical Sites of Jakarta oleh A. Heuken
Berisi sejarah kota Jakarta, deskripsi mengenai tempat-tempat bersejarah di
Jakarta beserta sejarahnya, benda-benda cagar budaya beserta sejarahnya,
dan peta-peta lokasi tempo dulu di Jakarta.
3.
Top Brand Anak dan Remaja oleh Martin Lindstorm
Berisi hasil-hasil penelitian kepada anak-anak berusia 9-14 tahun dan tips-
tips praktis memahami dan berbicara dalam bahasa anak-anak.
4.
Psikologi Perkembangan oleh Prof. Drs. Agoes Soejanto
Berisi tahap-tahap perkembangan manusia dan sifat-sifat yang biasanya
terlihat dalam tiap tahap.
5.
Merupakan website resmi Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang berisi lokasi-lokasi lingkungan dan
3
  
4
bangunan cagar budaya, museum yang dilengkapi dengan alamat dan peta
lokasi, agenda acara, artikel dan keterangan lainnya.
1.
Berisi tujuan promosi dan apa yang harus dilakukan agar tidak terjebak
untuk mempromosikan kepada diri sendiri dan bukannya kepada konsumen
potensial.
2.
Merupakan website resmi IndonesiaLogue yaitu Indonesia Traveller Guide
yang berisi artikel-artikel mengenai tempat-tempat wisata di Indonesia.
Salah satu artikelnya adalah artikel dari Agnes Wiranti mengenai museum-
museum di kawasan Kota Tua.
3.
Wawancara informal melalui tatap muka dengan Ibu Nellyta dari Museum
Sejarah Jakarta, Ibu Mey-Mey dari Museum Bank Mandiri, Bapak Gede
dari Museum Bank Indonesia, Bapak Harry dari Museum Seni Rupa dan
Keramik, Bapak Budi dari Museum Wayang, Bapak Surono dari UPT Kota
Tua dan Ade Purnama dari Sahabat Museum.
4.
Buku, brosur dan pamflet di lokasi museum.
5.
Survei di Kumon K. H. M. Mansyur.
6.
Informasi-informasi lainnya yang didapat secara informal dari berbagai
sumber perorangan yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
  
5
2.1
Sekilas tentang Kota Tua
Pada tahun 1527, pemimpin pasukan Kerajaan Demak, Fatahillah,
merebut pelabuhan Banten dan Sunda Kalapa dari kerajaan Hindu Sunda.
Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta. Hal ini
diperkirakan sebagai asal mula nama Jakarta. Teori lainnya menyatakan Jakarta
memperoleh nama barunya dari pemimpin Muslim ketiga, Pangeran Jayawikarta
/ Wijayakarta.² Pangeran Jayawikarta adalah anak buah Sultan Banten yang
mendirikan pos militer di sisi barat sungai Ciliwung untuk mengawasi mulut
sungai Ciliwung dan bangsa Belanda yang diijinkan membangun gudang kayu
dan beberapa rumah di sisi timur sungai Ciliwung pada tahun 1610. Ijin ini
dilanggar dengan mengganti bahan material bangunan dan membangun
bangunan batu yang pada selanjutnya menjadi benteng (1618). Untuk
mengimbanginya, Pangeran Jayawikarta mengijinkan  Inggris membangun
pondok di tempat Menara Syahbandar berada saat ini. Pada bulan Desember
1618, pasukan Jayawikarta mengepung benteng Belanda dan menangkap
pemimpin benteng. Sebuah perjanjian antara Pangeran Jayawikarta dan Inggris
ditandatangani. Tapi perjanjian ini mengakibatkan Sultan Banten mengirim
pasukan untuk menyerang Pangeran Jayawikarta pada tahun 1619, karena ia
dianggap bertindak tanpa seijinnya. Belanda merayakan hal ini dengan berpesta
dan menamakan benteng mereka dengan nama Batavia.
2
Prof. Dr. Slamet Muljana dari Universitas Indonesia.
  
6
Pada tahun 1620, Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen,
membangun kembali kota Jayakarta yang dihancurkan oleh Belanda dan
menamakannya Batavia. Lokasi Batavia meluas kearah tenggara Sungai
Ciliwung dari lokasi semula kota Jayakarta. Seluruh kegiatan pemerintahan,
perdagangan hingga tempat berkumpulnya masyarakat berpusat di pusat kota
Stadhuisplein (saat ini, Taman Fatahillah) dan Stadhuis / Gedung Balaikota
tempat pejabat pemerintah Belanda mengatur jalannya roda pemerintahan (saat
ini, Museum Sejarah Jakarta).
Pada selanjutnya, kawasan Batavia diperluas lagi ke arah selatan, di
kawasan Glodok pada saat ini. Disini Belanda membangun tembok kota. Luas
wilayah kota Batavia hingga batas luar di kawasan Glodok ini bertahan hingga
beberapa dekade.
Namun kota ini akhirnya tidak mampu menampung jumlah penduduk
yang terus bertambah. Aneka penyakit menyerang penduduk seiring dengan
buruknya sanitasi karena kota yang dipadati manusia. Penduduk yang meninggal
menjadi pemandangan rutin setiap hari. Pada tahun 1807, Gubernur Jendral
VOC, Herman Willem Daendels melakukan perluasan kota keluar tembok dan
memindahkan pusat pemerintahan ke Weltervreden (saat ini, daerah sekitar
Lapangan Banteng).
  
7
Sejak saat itu, pembangunan dan perluasan kota, terutama ke arah selatan,
terus dilakukan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Setelah
pendudukan Jepang pada tahun 1942, nama Batavia diganti menjadi Jakarta.
Di wilayah bersejarah inilah, awal dimana sebuah kota bernama Jakarta
bermula.
Visi Kota Tua
Terciptanya kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta sebagai daerah tujuan wisata
budaya  yang mengangkat nilai pelestarian dan memiliki manfaat ekonomi yang
tinggi.
Misi Kota Tua
Konservasi dan Revitalisasi
Menghidupkan aktivitas seni dan budaya
Sosial dan Kemasyarakatan
Pengembangan Bisnis dan Ekonomi
Peningkatan Infrastruktur
Mengatur Hukum dan Manajemen Perkotaan
Living in the City - Hidup dan Kehidupan di Kota
  
8
2.2
Sekilas Tentang Museum-Museum di Kawasan Kota Tua
Museum Bank Mandiri
Terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 1, museum ini adalah museum
perbankan pertama di Indonesia, yaitu museum bank-bank pendahulu dan
bank-bank yang tergabung dalam Bank Mandiri. Gedung yang digunakan
adalah bekas gedung  NHM Batavia pada tahun 1929. Pada tahun 1960,
gedung ini beralih kepemilikan menjadi kantor Bank Koperasi Tani dan
Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Kemudian pada tahun 1968,
beralih menjadi kantor pusat Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank
Eksim). Pada tahun 1960, kepemilikan gedung beralih menjadi aset Bank
Mandiri. Museum Bank Mandiri diresmikan pada 22 Desember 2004.
Museum ini memiliki koleksi mencapai 30.000 buah, dengan jumlah
koleksi yang dipamerkan mencapai lebih dari 10.000 buah. Koleksi yang
dimiliki berkaitan dengan bidang perbankan dan koleksi dari 4 bank
merger Bank Mandiri, seperti: ruang penyimpanan uang bawah tanah,
koleksi buku besar, mesin hitung, berbagai koleksi uang koin, uang kertas
kuno dan surat-surat berharga yang disimpan dalam ruangan berperabot
antik.
  
9
Museum Bank Indonesia (MBI)
Terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3 dan menempati area gedung Bank
Indonesia Kota yang didirikan oleh De Javache Bank, museum ini dibuka
pada 15 Desember 2006.
Museum ini menampilkan berbagai informasi tentang sejarah, benda-
benda historis dan dokumen yang berhubungan dengan Bank Indonesia di
jaman dahulu. Selain itu, terdapat pula fakta dan benda sejarah dari masa
kerajaan-kerajaan Nusantara dan bagaimana mereka melakukan transaksi
dagang dengan bangsa lain.
Koleksi museum ini meliputi koleksi numismatik (berupa uang kertas,
uang logam dan uang terbitan khusus) serta koleksi non-numismatik
(berupa gedung, peralatan kantor, furnitur dan lain lain).  Terdapat pula
koleksi kebijakan, langkah-langkah yang telah ditempuh Bank Indonesia
di bidang kelembagaan, perbankan, moneter dan sistem pembayaran.
Museum ini dilengkapi dengan teknologi modern dalam display dan
informasi interaktif dalam bentuk hologram, touchscreen monitor dan
multimedia booth.
  
10
Museum Sejarah Jakarta
Terletak di Jl. Taman Fatahillah No. 1, gedung yang dibangun tahun 1627
ini merupakan Gedung Balaikota pertama di Batavia (tambahan pada
gedung aslinya dibuat antara tahun 1705-1715). Pada tahun 1970, gedung
ini dipugar dan pada tanggal 30 Maret 1974, diresmikan sebagai Museum
Sejarah Jakarta.
Koleksi yang tersimpan di Museum Sejarah Jakarta merupakan koleksi
langka yang memiliki nilai historis berkaitan dengan sejarah Jakarta,
seperti: screen bergaya Baroque abad ke-19, meriam Si Jagur, perabotan
rumah tangga antik dari abad 17-19, benda-benda arkeologi dari masa
pra-sejarah, masa Hindu Budha hingga masa Islam, serta potret
Gubernur-gubernur Jenderal VOC dan peta-peta tua.
Museum Wayang
Terletak di Jl. Pintu Besar No. 27, Jakarta Barat, gedung ini dibangun
tahun 1640 dan digunakan sebagai Gereja pada zaman Belanda. Pada
tahun 1808, gedung ini hancur oleh gempa bumi. Bangunan yang terlihat
sekarang adalah bangunan yang didirikan pada tahun 1912 sebagai
gudang milik perusahaan Geo Wehry. Setelah beberapa kali berpindah
kepemilikan serta berubah fungsinya, gedung ini diresmikan sebagai
Museum Wayang pada tanggal 13 Agustus 1975.
  
11
Museum Wayang memiliki koleksi 4.000 buah boneka dan wayang
berbagai jenis dan bentuk dari daerah-daerah di Indonesia dan Tiongkok
serta Kamboja, seperti: wayang kulit, wayang golek, wayang janur,
wayang beber, wayang kardus, wayang rumput, gamelan serta topeng-
topeng. Juga terdapat koleksi boneka dari serial anak-anak si Unyil yang
sangat populer di masanya.
Museum Seni Rupa dan Keramik
Terletak di Jl. Pos Kota No.2, gedung ini dibangun pada 12 Januari 1870
dan digunakan oleh Pemerintah Hindia-Belanda sebagai Kantor Dewan
Kehakiman pada Benteng Batavia. Pada masa pendudukan Jepang dan
perjuangan kemerdekaan Indonesia gedung ini digunakan oleh tentara
KNIL dan sebagai asrama militer TNI. Pada tanggal 20 Agustus 1976
gedung ini diresmikan sebagai gedung Balai Seni Rupa dan mulai tahun
1990 berganti nama menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum ini memiliki 400-an karya Seni Rupa terdiri dari berbagai bahan
dan teknik yang berbeda seperti patung, grafis, totem kayu, sketsa, dan
batik lukis. Diantara koleksi-koleksi tersebut terdapat beberapa koleksi
unggulan dan amat penting bagi sejarah kesenian di Indonesia. Koleksi
keramik di museum ini terdiri dari keramik lokal dan keramik asing.
  
12
Museum Bahari
Terletak di Jl. Pasar Ikan No. 1, bangunan ini dibangun secara bertahap
sejak tahun 1652 hingga 1774 dan digunakan oleh VOC sebagai gudang
rempah-rempah, kopi dan kain. Pada masa pendudukan Jepang, gedung
ini menjadi gudang logistik peralatan militer. Setelah masa kemerdekaan,
bangunan ini difungsikan sebagai gudang logistik PTT dan PLN. Pada
tahun 1976, gedung ini direnovasi dan diresmikan sebagai Museum
Bahari pada tanggal 7 Juli 1977.
Museum Bahari menyajikan informasi terlengkap mengenai kebaharian
di Indonesia. Disini terdapat Menara Syahbandar yang dibangun pada
tahun 1839 sebagai pos meteorologi dan menara pengawas bagi keluar
masuknya kapal ke / dari Pelabuhan Batavia (Kali Ciliwung). Pada tahun
1950-an, Menara ini digunakan sebagai Kantor / Pos Kepolisian
Penjaringan hingga pada tanggal 7 Juli 1977 diresmikan sebagai bagian
dari Museum Bahari.
2.3
Sekilas Tentang Event Jelajah Museum
Sahabat Museum mengadakan kegiatan rutin mingguan selama 3 hari
(Jumat, Sabtu dan Minggu) dengan sasaran murid-murid kelas 4-6 SD dan
dipromosikan melalui booth di pusat perbelanjaan. Adapun pelaksanaan
kegiatannya adalah sebagai berikut :
  
13
Jumat
09.00-12.00
Museum Bank Mandiri
Menonton rekonstruksi kasir China pada awal abad ke 20.
Menonton film yang menampilkan view kota Batavia, Bogor
dan Bandung pada tahun 1927 dan view kota Batavia pada
tahun 1941.
Melihat-lihat koleksi museum.
12.00-14.00
Makan siang ala rijstaffel di Museum Bank Mandiri
14.00-16.00
Museum Bank Indonesia
Menonton film tentang inflasi.
Bermain dengan informasi yang interaktif (play motion).
Edufun-games yaitu praktek pengenalan ciri-ciri keaslian
uang Rupiah.
Melihat-lihat koleksi museum.
Sabtu
09.00-12.00
Museum Wayang
Menonton pagelaran wayang / pementasan gamelan.
Belajar mendalang.
Melihat proses pembuatan wayang kulit / golek.
Melukis wayang.
Melihat-lihat koleksi museum.
12.00-13.00
Makan siang buffet di Taman Fatahillah
  
14
13.00-14.30
Museum Sejarah Jakarta
Menonton teater pengadilan di abad 17.
Melihat ruangan penjara di zaman VOC
Melihat-lihat koleksi museum.
14.30-15.30
Coffee break di Cafe Batavia
15.30-17.30
Museum Senirupa dan Keramik
Workshop melukis / membuat gerabah
Melihat-lihat koleksi museum.
Minggu
09.00-09.30
Dengan mengendarai sepeda onthel menuju Museum Bahari
09.30-12.00
Museum Bahari
Menara Syahbandar
Melihat view / pemandangan kawasan tertua dari Jakarta,
pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal yang berwarna warni
dan Laut Jawa.
Melihat-lihat koleksi museum.
Daftar harga adalah sebagai berikut:
Paket wisata 1 hari :
Jumat
Rp 75.000,00
Sabtu
Rp 250.000,00
Minggu
Rp 150.000,00
  
15
Paket wisata 2 hari :
Jumat dan Sabtu
Rp 300.000,00
Jumat dan Minggu
Rp 200.000,00
Sabtu dan Minggu
Rp 375.000,00
Paket wisata 3 hari   Rp 400.000,00
2.4
Data Kompetitor
Direct competitor dari event “Jelajah Museum” adalah tempat-tempat
hiburan sebagai berikut :
Dunia Fantasi
Taman Impian Jaya Ancol
TMII
Taman Safari
Water Boom
Kidzania
Indirect competitor dari event “Jelajah Museum” adalah sebagai berikut :
Mall
Wisata di luar kota
Wisata di luar negeri
Komputer
  
16
Playstation
Video games
Televisi dan TV kabel
2.5
Data Mandatoris
Sahabat Museum
SAHABAT MUSEUM adalah komunitas anak muda yang peduli dan
mempunyai minat yang sama mengenai peninggalan sejarah, seni dan budaya
nusantara. Komunitas SAHABAT MUSEUM ini dimulai ketika pelopor
SAHABAT MUSEUM (yang kemudian menjadi ketua SAHABAT MUSEUM)
tertarik untuk mengikuti perjalanan pertama program Wisata Kampung Tua yang
diselenggarakan oleh Museum Sejarah Jakarta pada bulan Juli 2002. Setelah
mengikuti perjalanan tersebut, ia mempunyai ide, minat & tujuan untuk
membantu museum dalam membenahi acara yang dianggap sangat menarik dan
berpotensi untuk dipublikasikan untuk menjadi edutainment kepada masyarakat
umum. Untuk itu, ia menghubungi beberapa rekannya yang berpikiran sama, dan
sepakat untuk membentuk suatu komunitas pecinta sejarah dan entertainment
dengan nama SAHABAT MUSEUM.
  
17
Tujuan
Tujuan dibentuknya komunitas SAHABAT MUSEUM adalah untuk berbagi
informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah dan
bangunan tua, baik sejarah Indonesia pada umumnya, maupun sejarah kota
Jakarta pada khususnya, juga informasi mengenai informasi museum museum
yang ada di Jakarta, dimulai dari Museum Sejarah Jakarta yang nantinya akan
mencakup sebagian besar museum-museum yang ada di Jakarta (Museum
Nasional, Museum Wayang, Museum Tekstil, dan sebagainya).
Visi dan Misi
Visi SAHABAT MUSEUM adalah untuk memberikan education (pendidikan)
dan entertainment (hiburan) sekaligus mensosialisasikan sejarah kepada
masayarakat umumn dengan cara tersendiri. Dengan berbekal pengetahuan yang
matang mengenai sejarah Jakarta, pengalaman serta jiwa entertain yang penuh
semangat, SAHABAT MUSEUM ingin menumbuhkan rasa “sense of belonging
terhadap kotanya. SAHABAT MUSEUM juga mempunyai misi untuk
menjadikan Jakarta sebagai kota sejarah yang terkenal di dunia.
  
18
Dinas Kebudayan dan Permuseuman DKI Jakarta
Ketentuan
1.
Dinas Kebudayaan dan Permuseuman merupakan unsur pelaksana
Pemerintah Daerah di bidang kebudayaan dan permuseuman.
2.
Dinas Kebudayaan dan Permuseuman dipimpin oleh seorang Kepala
Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur
melalui Sekretaris Daerah.
3.
Dinas kebudayaan dan permuseuman dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya dikoordinasikan oleh Asisten Kesejahteraan Masyarakat.
Tugas Pokok
Dinas Kebudayaan dan Permuseuman mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan, pegawasan dan pengembangan kebudayaan yang meliputi kesenian,
kesastraan dan kebahasaan, budaya, spiritual, folklor dan lingkungan budaya,
kesejarahan, arkeologi, dan permuseuman.
  
19
Fungsi
a.
Perumusan kebijakan teknis di bidang kebudayaan dan permuseuman.
b.
Perencanaan kegiatan kebudayaan dan permuseuman.
c.
Pembinaan kebudayaan dan permuseuman dalam rangka meningkatkan
kualitas kebudayaan dan permuseuman.
d.
Pelaksanaan kegiatan sosialisaasi, informasi dan promosi kebudayaan dan
permuseuman.
e.
Penyelenggaraan pembelajaran pada masyarakat yang melliputi sekolah,
sanggar, dan lembaga seni budaya serta masyarakat umum di bidang
kebudayaan dan permuseuman.
f.
Penilaian, pengkajian, pendokumentasian, pelestarian dan pengembangan
kebudayaan dan permuseuman.
g.
Pelaksanaan dan pengawasan pemugaran, pengelolaan, pemanfaatan
bangunan dan lingkungan cagar budaya.
h.
Penyediaan, pengelolaan, pendayagunaan sarana dan prasarana
kebudayaan dan permuseuman dalam rangka pelayanan masyarakat.
i.
Pemberian izin tertentu di bidang kebudayaan dan permuseuman.
j.
Pelaksaaan kerjasama dengan instansi terkait baik di dalam maupun luar
negeri dalam rangka pengembangan kebudayaan dan permuseuman.
k.
Pemberiann sertifikat untuk tenaga teknis keahlian kebudayaan,
permuseuman, karya budaya, benda cagar budaya dan situs arkeologi.
l.
Pemungutan retribusi di bidang kebudayaan dan permuseuman.
m.
Pemberian bantuan kepada masyarakat kebudayaan dan permuseuman.
  
20
n.
Pengelolaan dukungan teknis dan administratif.
o.
Pembinaan teknis pelaksanaan kegiatan suku dinas.
Alamat
: Gedung Nyi Ageng Serang
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C22
Jl. Kuningan Barat No. 2, Jakarta Selatan
No. Telepon
: (021) 5263306, 5263310, 5263309, 5263315
Fax
: (021) 5263230, 5279115
Website
2.6
Target Audience
Event “Jelajah Museum” ditargetkan kepada konsumen anak laki-laki dan
perempuan kelas 4-6 SD dengan status ekonomi sosial B yang berdomisili di
Jakarta atau sedang berwisata ke Jakarta. Psikografi target audience adalah
sebagai berikut: spontan dan to the point, aktif, suka bertanya, kreatif, apresiatif,
senang mengetahui
hal-hal baru dan antusias untuk mencobanya, senang
menjelajah dan berpetualang, tidak mau kalah, dalam fase mengenal dan
berinteraksi dengan dunia diluar lingkup keluarganya, menikmati waktu
bersama dengan teman-temannya dan senang memiliki hal yang sama dengan
mereka, senang terlibat, menyukai pengulangan (tertarik untuk mencoba lagi dan
lagi hal yang mereka anggap menarik) dan mengumpulkan sesuatu, pandai dan
memiliki pengetahuan yang luas, memiliki minat terhadap sejarah dan
pengetahuan umum dan memiliki orangtua yang peduli pada perkembangan
  
21
anak-anaknya, mendukung dan mengapresiasi minat anak-anak serta terbuka
pada hal-hal baru yang dapat menambah pengetahuan.
Target audience adalah anak-anak dari SES B yang memiliki kesempatan
(materiil) lebih dalam memilih tempat rekreasi namun ironisnya tempat rekreasi
bagi anak-anak ini (yang diketahui dan sering dikunjungi) justru menjadi tidak
variatif dan itu-itu saja.
2.7
Analisa SWOT
Strength (Kekuatan)
Adanya kegiatan alternatif di tiap museum.
Jumlah peninggalan bersejarah di Indonesia, terutama di Jakarta cukup
besar dan berasal dari berbagai zaman.
Koleksi yang dimiliki termasuk langka bahkan ada yang merupakan satu-
satunya di dunia.
Weakness (Kelemahan)
Kurangnya promosi dan informasi tentang kegiatan-kegiatan di museum
Kota Tua.
Kondisi fisik lokasi dan infrastruktur yang kurang menunjang, termasuk
ketiadaan penunjuk arah dan SDM yang minim.
  
22
Opportunity (Kesempatan)
Adanya kegiatan alternatif di tiap museum yang memungkinkan
kerjasama dengan pihak lain untuk mendukung promosi museum
tersebut.
Kawasan ini dapat dikembangkan dan berfungsi untuk kegiatan yang lain.
Threat (Ancaman)
Laju pertumbuhan kota dan teknologi yang dapat mengurangi peminat event ini.