|
7
penggunaan teknologi modern oleh bentuk-bentuk kesenian tradisional Bali.
Wayang
Kulit
"Cenk
Blonk"
lakon
Dyah
Rama
Takeshi
dalam
kemasan
audio
kaset
dan
video
CD
(VCD)
adalah
salah
satu
contoh
kesenian
tradisional
Bali
yang
telah
berhasil
masuk ke dalam
industri rekaman.
Tulisan
ini
adalah
penelitian kualitatif terhadap
seni
pertunjukan
dalam kemasan
audio
kaset dan video CD yang telah banyak beredar khususnya di Bali dan beberapa daerah di luar
Bali.
Penelitian
ini
menggunakan
beberapa
konsep
dan
teori.
Konsep
yang
digunakan,
yakni
teknologi
media rekam, seni
pertunjukan Wayang Kulit
"Cenk Blonk". Dan
Teori
yang
digunakan
untuk
menganalisis
bentuk,
fungsi
dan
makna, yakni
teori
estetika,
teori
teknoekonomi, teori
SDR
(Stimulation-Drive-Response), clan
teori
komunikasi.
Metode
yang
digunakan adalah
metode
kualitatif
dengan
pendekatan
fenomenologi.
Sebagai suatu
kesenian populer
yang
disukai oleh orang banyak, lakon
Dyah
Ratna
Takeshi
karya
Nardayana
(dalang
Wayang
Kulit
"Cenk
Blonk")
telah diproduksi
menjadi
"sent
media",
yakni
dalam
bentuk
audio
kaset
dan
audio-visual (VCD).
Fungsi
seni
media ini adalah sebagai
hiburan
disamping
fungsi-fungsi
lainnya
seperti
fungsi
ekonomi, fungsi
dokumentasi,
fungsi
publikasi,
promosi,
dan
fungsi
pendidikan.
Pertunjukan
wayang
kulit
"Cenk
blonk"
yang
dikemas ke
dalam
"seni
media"
dan
diperdagangkan
sehingga
ia
bermakna
untuk
meningkatkan kesejahtraan disamping
makna budaya, dan
makna estetis. Sekilas
media rekam
yang
dipublikasikan secara
luas
berdampak
pada
meningkatnya popularitas
dan
kesejahtraan seniman
seni
pertunjukan,
tetapi
jika
tidak
disikapi
dengan
bijaksana
dan
selalu
aktif
melakukan
kreativitas dan
inovasi, justru media rekam akan menghancurkan popularitas yang telah dibangun.
|