![]() 25
c
= kohesi tanah di dasar pondasi
= sudut gesek dalam tanah
= sudut gesek antara tanah dan dasar
pondasi
H
= komponen beban sejajar dasar pondasi
V = komponen beban tegak lurus dasar pondasi
= sudut kemiringan dasar pondasi (positif searah jarum jam)
= sudut lereng pendukung pondasi (positif searah jarum jam)
Hansen
menganalisis
kapasitas
dukung
sebagai
masalah
plane
strain
(regangan
bidang atau dua dimensi), yang
mana
hal
ini
hanya benar bila pondasi berbentuk
memanjang tak terhingga. Pada tinjauan regangan bidang, nilai sudut gesek
dalam
yang
diperoleh
dari
uji
triaksial
cenderung
lebih
kecil.
Karena
itu,
Hansen
seperti
halnya
Meyerhof,
menyarankan
sudut
gesek
dalam
yang
digunakan dalam hitungan kapasitas dukung adalah:
ps
1,1
tr
(2.23)
dengan
ps
plane
strain
adalah
sudut
gesek
dalam
yang
digunakan
dalam
hitungan
kapasitas
dukung
tanah,
dan
tr
=
sudut
gesek
dalam dari
uji
triaksial.
(dikutip dari Hardiyatmo, H.C.)
|