![]() 28
p
o
=
D
f
= tekanan overburden di dasar pondasi
kN/m
sc , s
q
,
s
= faktor-faktor bentuk pondasi (Tabel 2.6a)
d , d
c , d
q
,
d
= faktor-faktor kedalaman pondasi (Tabel 2.6b)
ic , i
q
,
i
= faktor-faktor kemiringan beban (Tabel 2.6c)
bc , b
q
,
b
= faktor-faktor kemiringan dasar (Tabel 2.6d)
g , g
c , g
q
,
g
= faktor-faktor kemiringan permukaan (Tabel 2.6e)
N , N
c , N
q
,
N
= faktor-faktor kapasitas dukung Vesic (Tabel 2.2)
Untuk faktor-faktor bentuk pondasi Vesic menyarankan pemakaian faktor
bentuk pondasi
(sc , s
q
,
s
)
dari De Beer (1970). Sedang untuk faktor-faktor
kedalaman,
Vesic
(1973)
menyarankan
pemakaian
faktor-faktor
kedalaman
(d , d
c , d
q
,
d
)
dari
Hansen
(1970)
(Tabel
2.6b).
Dalam
persamaan
(2.22)
beban
yang bekerja pada pondasi
merupakan beban sembarang, dapat
miring dan
eksentris.
Tabel 2.5a Faktor-faktor Pondasi Vesic (Hardiyatmo, H.C. (2002))
Faktor
bentuk
Pondasi
memanjang
Pondasi empat
persegi panjang
Pondasi
bujursangkar
atau lingkaran
s
c
1
1
B
/
L
N
q
/
N
c
1
N
q
/
N
c
s
q
1
1
B
/
L
tg
1
tg
s
1
1
0,4
B
/
L
0,6
0,6
|