|
39
Jika frekuensi penggunaan meningkat, maka perlu dilakukan
pengurangan jumlah interaksi
dengan memanfaatkan fasilitas
shotcuts. Shortcuts
disukai user karena dapat memberikan waktu
tampilan yang lebih cepat.
3. Memberikan feedback yang inovatif.
Sistem harus
menyediakan
feedback
untuk
setiap
aksi
pemakaian.
Isyaratisyarat
seperti
suara
dan
tampilan visual
harus
ditampilkan
untuk
interaksi
pemakai
untuk memberi tahu bahwa software
memberikan respon masukan dari pemakai.
4. Merancang dialog untuk menghasilkan keadaan akhir.
Urutan aksi harus tersusun dalam
bagian awal, tengah, dan akhir
suatu grup. Feedback penyelesaian aksi yang inovatif, memberikan
kepuasan kepada operator / pengguna, perasaan lega, sinyal untuk
mendapatkan
kemungkinan
rencana
dan pilihan
dari
pikiran
pengguna,
serta
indikasi
bahwa
cara
tersebut
jelas
mempersiapkan
aksi berikutnya.
5. Menyediakan penanganan kesalahan yang sederhana.
Pemakai tetap dapat membuat kesalahan meskipun dengan
penggunaan
design
interface
yang
terbaik,
kesalahan
ini
tetap
dapat
secara
fisik (secara
tidak sengaja
menunjuk ke perintah dan data
yang
salah) dan secara nonfisik (membuat keputusan yang salah mengenai
perintah
dan
data
yang
dipilih).
Maka
sistem
didesain
sedemikian
rupa agar pengguna tidak membuat kesalahan yang serius. Jika terjadi
kesalahan,
sistem harus
bias
mendeteksi
dengan
menawarkan
mekanisme penanganan yang sederhana dan dapat dimengerti.
|