![]() Stephanus Ronald / 0800744045
Rusun Guru di Jakarta Barat
31
BINUS Uni versi ty Jakarta
p
emanasan air, ataup un sumber listrik p enerangan p ada lamp u. (Lip p smeier
1997,pp 142-143)
Selain kotoran hewan atau manusia, beb erap a jenis samp ah, contohny
a
samp ah say uran, juga dap at menjadi b ahan utama p en ghasil
gas metana. Gas
y
ang tersusun dari karbon dan hidro gen ini
mudah terbakar d an bany ak
terkandung dalam kotoran hewan ataup un manusia. Gas ini d ihasilk an melalui
p
roses p embusukan kotoran oleh suatu jenis bakteri y ang berlan gsun g p ada
keadaan ked ap udara (anaerob). Suatu ruan g p engo lah ked ap
udara
temp at berlangsungny a p roses ini dinamak an digester.
Kap asitas suatu digester ditentukan oleh : (Lip p smeier 1997,p 142)
waktu y ang dip erlukan untuk p encernaan semp urna (bervar iasi
tergantung p ada bah an-bahan y an g digunak an).
temp eratur udara
jumlah b ahan y ang d ip erlukan untuk p embentukan jumlah
gas
tertentu.
Pada suhu 24
0
C, bahan dari kotoran manusia memer lukan waktu
p
engolahan 20 h ari, samp ah say uran 70 hari, dan kotoran hewan 50 har i.
Sedan gk an p ada suhu 35
0
C, bahan dari kotoran manusia memer lukan waktu
p
engolahan 11-15 h ari, samp ah say uran 48 hari, dan kotoran hewan 28 har i.
Temp eratur udara y ang optimum adalah 35
0
C. Sebagian gas metana
dap at digunakan untuk p emanasan kemb ali d igester. Pada u mumny a p roduksi
|