|
59
1.
Start
state, y ang berupa
lin gkaran
hitam,
b
erfun gsi
saat
sistem
atau
objek
memu lai p rosesny a. Dari start state, akan memunculkan transisi
tak berlabel y ang lan gsung men garah p ada state lain y ang d itunjukny a.
Di dalam setiap state chart d iagram hany a terdap at
satu start state.
2.
End state, berup a
lin gk aran
hitam
y
an g
dikelillin gi
lin gkaran
y
an g
lebih
besar
y
an g berwarna
p
utih.
End
state
men andakan
sistem
atau
objek telah
meny elesaik an p roses
kerjany a. End state dap at
berjumlah
lebih dar i satu.
3.
Fork, memilik i
satu
transisi
y
ang
masuk
dan
bany ak
transisi
y
ang
keluar.
4.
Join,
memiliki
bany ak
transisi
y
ang
masuk
dan
satu
transisi
kelu ar.
Transisi
keluar
akan
d
ijalankan
setelah
semua
transisi
y
ang
masuk
telah dijalankan.
5.
Rendezvous,
memilik i bany ak transisi y ang masuk dan bany ak transisi
y
ang kelu ar.
Saat
semu a transisi
y
an g masuk
dijalank an,
sistem ak an
menjalankan
semu a
transisi
y
ang keluar
p
ada
masin g-masin g bagian.
(Lethbridge dan Laganiere, 2002, p p 276-277)
Activity
diagram
sering d iasosiasikan
d
en gan
b
eberapa
class.
Partisi
dari activities
diantara class-class
tersebut
secara eksp lisit
digamb arkan
dengan
kotak
berkolom
y
ang
disebut dengan
swimlanes. (Lethbridge
dan
Laganiere, 2002, p 284-285).
Activity
diagram
digunak an
untuk
menunjukkan
urutan
kegiatan
dari
beberap a objek dan use case. Kelebihan
utama dari activity d iagram
adalah
|