|
27
komputer. Diasumsikan bahwa jika masukan
benar
akan
diwujudkan
pada
keluaran, sehingga pemrosesan juga dianggap benar tetapi tidak dilakukan
pengecekan terhadap pemrosesan komputer secara langsung.
Pendekatan ini mengandung berbagai kelemahan antara lain:
1. Umumnya
database
mencakup
jumlah
data
yang
banyak
dan
sukar
untuk
ditelusuri secara manual.
2. Tidak
menciptakan
sarana
bagi
auditor
untuk
menghayati
dan
mendalami
lebih mantap liku liku sistem komputer.
3. Cara
ini
mengabaikan pengendalian
sistem dalam pengolahan komputer
itu
sendiri, sehingga rawan terhadap adanya
kelemahan
dan
kesalahan
yang
potensial didalam sistem.
4. Kemampuan komputer sebagai fasilitas penunjang pelaksanaan audit
menjadi sia sia.
5. Tidak
dapat mencakup keseluruhan maksud dan tujuan penyelenggaraan
audit.
b. Audit melalui komputer (Auditing through the computer)
Merupakan suatu pendekatan audit yang berorientasi pada komputer dengan
membuka black
box,
dan secara langsung berfokus
pada operasi pemrosesan
dalam sistem
komputer.
Dengan
asumsi
bahwa
apabila
sistem pemrosesan
mempunyai pengendalian yang memadai,
maka kesalahan dan penyalahgunaan
tidak akan terlewat untuk dideteksi. Sebagai akibatnya keluaran dapat diterima.
Keuntungan utama dari pendekatan ini adalah dapat meningkatkan kekuatan
terhadap pengujian sistem aplikasi secara efektif, dimana ruang
lingkup dan
|