3
BAB 2
DATA dan ANALISA
2.1
Data
2.1.1
Sumber Data
Sumber data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini
diperoleh dari sumber sumber berikut ini:
1.
Literatur
Pencarian data melalui buku, catatan, maupun website yang berhubungan
dengan materi yang diangkat.
2.
Wawancara
Pencarian data lewat wawancara dengan nara sumber dari pihak yang
terkait guna mendapatkan data data yag
lengkap
mengenai
materi
yang
diangkat.
2.1.2
Pengertian Rumah Sakit
Rumah   Sakit   adalah   sebuah   institusi   yang   menyediakan   layanan
kesehatan untuk masyarakat (www.worldbook.com). Rumah Sakit adalah
sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang jasanya disediakan oleh
dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. (www.wikipedia.org).
Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit, yaitu :
•   
Melaksanakan pelayanan medis, pelayanan penunjang medis,
Melaksanakan 
pelayanan 
medis  tambahan, 
pelayanan 
penunjang
medis tambahan,
  
4
Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman,
Melaksanakan pelayanan medis khusus,
Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan,
Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi,
Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial,
Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan,
Melaksanakan
pelayanan
rawat
jalan
atau
rawat
darurat
dan
rawat
tinggal (observasi),
Melaksanakan pelayanan rawat inap,
Melaksanakan pelayanan administratif,
Melaksanakan pendidikan para medis,
Membantu pendidikan tenaga medis umum,
Membantu pendidikan tenaga medis spesialis,
Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan,
Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi,
Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit
yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus, kelas
a, b, c, d. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. perubahan
kelas  rumah  sakit  dapat  saja  terjadii  sehubungan  dengan  turunnya  kinerja
rumah sakit yang ditetapkan oleh menteri kesehatan indonesia melalui
keputusan dirjen medik.
  
5
2.1.3
Tempat Bersalin
a.   Rumah Bersalin
Ruang  bersalin  di  Rumah  Bersalin  biasanya  cukup  memadai
untuk persalinan melalui vagina, baik
persalinan
normal
atau
dengan
bantuan
alat.
Bila
pada
proses
persalinan terjadi
sesuatu
yang
membutuhkan  bantuan  operasi,  maka  pasien  akan  dirujuk  ke  Rumah
Sakit Bersalin atau Rumah Sakit Umum terdekat.
Tenaga kesehatan yang menolong biasanya bidan, tetapi bisa juga dokter
spesialis kandungan
yang memang membuka praktek di tempat tersebut.
Biaya rawat di RB biasanya lebih murah dibandingkan dengan Rumah
Sakit Bersalin.
Klinik ini bisa ditemui sampai di tingkat kabupaten. Ciri-cirinya,
ruang periksa, peralatan diagnostik bidan, dan ruang gawat darurat yang
ada  terbilang  sederhana.  Persediaan  obat-obatannya  terbatas.  Tempat
tidur di ruang rawat inap pun tidak
terlalu
banyak,
sekitar
10
buah.
Biasanya
penanggungjawabnya
dokter umum
dan
dipimpin
oleh
paramedis  kebidanan.  Umumnya,  bidan  di  RB  memiliki  kompetensi
untuk melakukan ekstraksi vakum, tapi tidak diizinkan melakukan USG
karena pendidikan sumber daya manusianya tidak memadai untuk itu. RB
tidak
memiliki
fasilitas operasi, karena
tidak
memiliki dokter kebidanan.
Tindakan yang boleh dilakukan sebatas untuk persalinan normal.
le.php?article_id=3161)
  
6
b. 
Rumah Sakit Bersalin
Rumah
ini
khusus
untuk
bersalin dan
merawat
bayi
yang
lahir
sehat.
Bayi
yang
memiliki
gejala penyakit
atau
komplikasi
tertentu,
biasanya akan dirujuk ke Rumah Sakit yang bisa melakukan perawatan
anak seperti Rumah Sakit Ibu dan Anak atau Rumah Sakit Umum.
le.php?article_id=3161)
Ruang
bersalinnya
lebih
lengkap dibanding Rumah Bersalin.
Disebut
sebagai
Rumah
Sakit
Bersalin karena
yang
berobat ke
tempat
tersebut bukan hanya para ibu yang hamil dan akan melahirkan anaknya,
tetapi
juga
para
wanita
yang memerlukan
pengobatan
untuk
penyakit
penyakit kandungan.
Di
Rumah
Sakit
Bersalin
biasanya tersedia
ruang
operasi
yang
dapat
dipakai sewaktu waktu, bila pasien terpaksa harus menjalani operasi pada
proses persalinannya. Dengan demikian pasien bisa langsung ditangani di
rumah sakit tersebut tanpa harus dirujuk ke tempat lain.
c.   Rumah Sakit Ibu dan Anak
Rumah
Sakit
ini
memiliki
fasilitas melahirkan
juga
fasilitas
untuk
perawatan anak.
  
7
le.php?article_id=3161)
Rumah Sakit ibu dan anak biasanya juga dilengkapi dengan ruang
perawatan untuk merawat bayi atau anak yang sakit. Oleh karena itu, bila
ada bayi yang setelah proses persalinan, memerlukan perawatan karena
sakit, maka bayi dapat dirawat
di
tempat
yang
sama.
2.1.4
Rumah Sakit Bersalin YPK
Sejarah Rumah Sakit Bersalin YPK
Yayasan Pemeliharaan Kesehatan (YPK) adalah sebuah Yayasan yang
didirikan oleh Bank Industri (BIN) pada
tanggal
21 Juli 1959 dengan
Akte
Notaris Soetrono Prawiroatmodjo No. 60 di Jakarta.
Dalam pasal
4
Akte
tersebut
diatur mengenai
usaha-usaha
YPK
yaitu
:
mendirikan dan mengusahakan segala macam usaha yang bersangkut paut dan
berguna untuk pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan, diantaranya rumah-
rumah
sakit,
poliklinik-poliklinik, rumah-rumah
bersalin,
laboratorium-
laboratorium dan rumah-rumah obat.
Pada waktu itu tugas YPK adalah
menyelenggarakan
pemeliharaan
kesehatan karyawan dan keluarga BIN
dan anak-anak perusahaannya. Sesuai
dengan perubahan status BIN menjadi Bank Pembangunan Indonesia
(BAPINDO) pada tahun 1960,
maka secara berangsur-angsur tugas YPK juga
mengalami perubahan.
  
8
Sampai tahun 1966 YPK hanya bertugas
untuk
menyelenggarakan
pemeliharaan kesehatan karyawan BAPINDO dan keluarganya. Namun, karena
fasilitas yang telah dimiliki oleh YPK memberi kemungkinan untuk
dimanfaatkan bagi masyarakat umum, maka sejak tahun 1966 mulai dirintis
penggunaan fasilitas YPK bagi masyarakat diluar BAPINDO. Hal ini sejalan
dengan perubahan Anggaran Dasar YPK yang sejak itu mengalami perubahan,
dimana maksud dan tujuan Yayasan adalah sebagai berikut :
Memelihara kesehatan secara higienis,
preventif
maupun
kuratif
para
pegawai/pekerja beserta keluarganya dari :
a.   Bank  Pembangunan  Indonesia,  disingkat 
Bapindo, 
berkedudukan  di
Jakarta;
b. Perusahaan-perusahaan/Instasi-instansi/Badan-badan   
yang   
menjadi
langganan Yayasan, berdasarkan syarat-syarat yang akan ditetapkan oleh
Badan Pengawas.
Sejalan dengan perkembangan YPK yang semakin mampu melayani
masyarakat umum, maka YPK telah mengembangkan pemeliharaan kesehatan
berdasarkan asuransi (baik
dalam hubungan dengan Bapindo maupun
perusahaan lainnya). Sedangkan fasilitas YPK juga berkembang dari sebuah
Rumah
Bersalin
di
Jalan
Gereja
Theresia
22
menjadi
Rumah
Sakit
Bersalin
pada 
tahun  1971, 
dengan 
sejumlah 
tempat 
tidur 
dan 
sarana 
pelayanan
kesehatan yang semakin lengkap.
Pada
Juli
1999
Bapindo
dan
3
Bank
lainnya
di
lebur
kedalam Bank
Mandiri,  YPK pun mengalami
perubahan dan di lebur menjadi Yayasan
Kesehatan Bank Mandiri ( Yakes Mandiri ).
  
9
Profil Rumah Sakit Bersalin YPK
Rumah Sakit YPK di Jalan Gereja Theresia No. 22 mulai berfungsi pada
tanggal
1
Maret
1960. Rumah
Bersalin
dengan
enam buah tempat tidur
ini
menempati
rumah
yang
sedianya
ditempati
oleh
alm.
bapak
Sumanang
SH.
Prof. Dr. Sumedi adalah ketua YPK
yang pertama. Selanjutnya Dr. Santo
Kromohardjo
memimpin Rumah Bersalin
ini sampai tahun 1967. Sejak tahun
1967 Rumah Bersalin YPK dipimpin oleh Dr. Sudraji Sumapraja yang
meletakkan
dasar-dasar
pengembangan Rumah
Bersalin
ini
selanjutnya,
Sedangkan Ketua YPK dijabat oleh dr. Soelastomo, MPH sampai tahun 1994.
Kepala  Dinas  Kesehatan  Dr.  Herman  Soesilo,  atas 
nama  Gubernur
Kepala   Daerah   Khusus   Ibukota   Jakarta,   dengan   Surat   Keputusan   No.
001/IRSB/71 tanggal 22
Desember 1971
telah
memberikan
izin kepada YPK
untuk mengubah Rumah Bersalin menjadi Rumah Sakit Bersalin YPK. Tahun
1981-1984
pimpinan
RSB
YPK
dijabat
oleh
Dr.
Djohar
Djalil
(alm).
Pada
tahun 1982 RSB YPK berhasil memperluas sayapnya ke Jalan Lombok,
sehingga kompleks Jalan Gereja Theresia 22 seluruhnya digunakan untuk
pelayanan rawat jalan, pelayanan tindakan dan kantor YPK. Kompleks Jalan
Lombok seluruhnya digunakan untuk pelayanan rawat tinggal. Pimpinan RSB
YPK periode 1984-1987 kembali dipegang DR. Dr. Sudraji Sumapraja, dengan
wakil kepalanya masing-masing Dr. Abdul Bari Saifuddin, MPH dan Dr. H.
Sofyan Ismael.
Tahun
1987
sampai
dengan
tahun
2000 pimpinan
RSB
YPK
dipegang
oleh  Dr.  Abdul  Bari  Saifuddin  (sebahgai  Pjs.  Kepala),  dan  Dr.  H.  Sofyan
  
10
Ismael
(sebagai
wakil kepala). Dr. M.S. Nadir Chan bertindak sebagai
Dokter
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Purnawaktu merangkap sebagai Direktur
Pelaksana RSB YPK. Prof. Dr. Sudraji Sumapraja diangkat sebagai Ketua Tim
Medik
dengan
Dr. H.
Trijatmo
Rachimhadhi sebagai
Sekretaris
Tim Medik.
Pimpinan RSB YPK dibantu oleh Kepala Bidang Pelayanan Medik, Bidang
Perawatan, Bidang Penunjang Medik, Bidang Pendidikan/Pelatihan, Bidang
Kebendaharaan dan Sekretariat.
Visi
Dalam konteks
Pembangunan Nasional
Berwawasan
Kesehatan
menuju
Indonesia Sehat 2010, RSB YPK menjadi suatu fasilitas kesehatan wanita
dan
anak
komprehensif
(lengkap) yang
terbaik
di
DKI
Jakarta
pada
khususnya, Di Indonesia pada umumnya
Misi
Mengembangkan RSB YPK menjadi suatu fasilitas kesehatan wanita dan
anak komprehensif (lengkap), yang meliputi fasilitas pelayanan pada
setiap tahap siklus kehidupan wanita, mulai konsepsi sampai
pascamenopause berdasarkan pelayanan yang bermutu, terjangkau, dan
bukti-klinis terkini.
  
11
Tujuan
Ikut
berperan
dalam upaya
meningkatkan
kualitas
manusia
Indonesia
melalui  intervensi  promotif,  preventif,  kuratif,  dan  rehabilitatif  pada
setiap tahap siklus kehidupan wanita.
Fasilitas Pelayanan
a.   Fasilitas Rawat Tindakan
Kamar Persalinan
Kamar Pelahiran
Kamar Operasi
Kamar Pulih
b. 
Fasilitas Pelayanan Rawat Inap
Anggrek (VIP)
AC, Telpon, TV, Lemari es, Sofa Bed, Kursi Tamu, Teras, Kamar
Mandi, Air Panas/Dingin
Mawar (Kelas 1)
1 kamar 2 Tempat tidur, AC, TV, Kursi Tamu, Teras, Kamar
Mandi, Air Panas/Dingin
Cempaka (Kelas 2)
1 kamar 3 Tempat tidur, AC, TV, Kursi Tamu, Teras, Kamar
Mandi, Air Panas/Dingin
  
12
Dahlia (Kelas 3)
1 kamar 4 Tempat tidur, AC, TV, Kursi Tamu, Teras, Kamar
Mandi, Air Panas/Dingin
c.   Fasilitas Pelayanan Rawat Jalan
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Dokter Spesialis Anak
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dokter Spesialis Andrologi
Dokter Umum
Praktek Bidan
Pelayanan Keluarga Berencana
Kursus Ibu Hamil dan Menyusui
Perawatan Sesudah Operasi
Pap Smear
Pemeriksaan Kolposkopi
Krio Surgeri
Diatermi Gelombang Pendek
Pemeriksaan kesejahteraan Janin (Kardiotokografi)
Hidrotubasi
d. 
Fasilitas Penunjang
Klinik Menopause(Pemeriksaan Densitometer)
Laboratorium Klinik dan Andrologi
  
13
Radiologi
Ultrasonografi (4 Dimensi)
Fisioterapi
Senam Hamil
Apotik
e.   Layanan Prima
USG (Ultrasonografi)
Kehadiran alat USG 4 dimensi memungkinkan tingkat akurasi yang
maksimal dalam mendeteksi perkembangan janin sejak dini serta
kepuasan untuk memvisualisasikan kehamilan dan alat kandungan
Laparoskopi
Mata dokter dalam tubuh pasien Kemudahan dan kenyamanan
dalam melakukan operasi. Tak perlu lagi melakukan sayatan besar,
cukup kecil saja dan biarkan alat Laparoskopi bekerja sebagai mata
dokter dalam tubuh pasien.
2.1.5
Hasil Wawancara
Berikut adalah
hasil
wawancara dengan Dr.
Triatmo Rachimhadhi, SpOG(K)
selaku Direktur Rumah Sakit Bersalin YPK.
Apa Visi dan Misi dari Perusahaan ini? Serta apa goal utama yang
terpenting dari perusahaan ini?
Misi Rumah Sakit Bersalin YPK adalah memberi pelayanan kesehatan
Ibu dan Anak. Visi jangka pendek
Rumah Sakit Bersalin YPK adalah
  
14
Mengubah status Rumah Sakit Bersalin YPK menjadi Rumah Sakit Ibu
dan Anak. Sedangkan Visi jangka panjangnya adalah pelayanan yang
komprehensif  (lengkap)  bagi  ibu  (perempuan)  dan  anak  pada  tahun
2015.
Apa yang mendasari perusahaan ini didirikan?
YPK
berada
di
bawah
bank
Bapindo
(sekarang
bank
Mandiri).
Pada
saat itu bank Bapindo membangun sebuah tempat pelayanan kesehatan
karyawan yaitu Rumah Bersalin YPK, yang pada saat itu hanya
melayani
persalinan
saja.
Hingga pada
saat
itu
statusnya
terus
mengalami   peningkatan   dan   berkembang   menjadi   Rumah   Sakit
Bersalin YPK, dimana setelah menjadi Rumah Sakit Bersalin, YPK
memiliki dokter dan ijin untuk melakukan operasi.
Siapa Target Market Anda?
Demografi:  Wanita Dewasa
Menjangkau semua kalangan. Tetapi yang lebih banyak
datang adalah kalangan menengah ke atas. Ini dilihat
karena ruangan VIP lebih sering terpakai. (B - A)
Geografi:     Semua kawasan di daerah Jakarta dan sekitarnya
Psikografi:
Wanita yang akan mengadakan persalinan secara normal
Wanita yang akan mengadakan persalinan secara operasi
Wanita yang memiliki masalah dengan kandungannya
Apa yang anda ingin audience rasakan dari produk atau jasa
anda?
  
15
Pelayanan yang terjangkau, mudah diakses dari mana saja, bukti bukti
yang teruji secara ilmiah atau fakta fakta, dan pelayanan yang
memuaskan.
Apa kelebihan yang dapat anda tonjolkan dalam berkompetensi?
-
Dokter
dokter
dan
tenaga
medis
yang
sebagian
besar
adalah
staff pengajar dari Fakultas Kedokteran UI, yang mana sampai
saat
ini,
fakultas
kedokteran UI
masih
menjadi
fakultas
kedokteran terbaik. Sehingga dapat dikatakan SDM nya baik.
-
Budaya kekeluargaan yang melekat dari sejak berdiri.
Siapa kompetitor anda?
Hingga
saat
ini
yang
menjadi
kompetitor
RSB
YPK
adalah
Rumah
Sakit bersalin Bunda dan MMC. Karena mereka adalah dokter dokter
yang pernah praktek di YPK. Mereka dengan modal sendiri mendirikan
Rumah Sakit, sehingga lebih cepat maju. Sedangkan YPK masih
terhambat birokrasi Mandiri.
Bagaimana anda memasarkan produk/servis anda?
YPK Tidak pernah beriklan. Sampai saat ini YPK memasarkan jasanya
lewat “mouth to mouth” dan lewat jalur bank Mandiri yang menjadi
pemiliknya.
Apa trend perubahan yang berpengaruh pada industri anda?
Kemajuan teknologi adalah tren yang berpengaruh pada Rumah Sakit
Bersalin. YPK tidak merasa kesulitan mengenai tren perubahan ini,
karena  Fakultas  UI  sangat  cepat  mengadopsi  tren  perubahan  yang
  
16
terjadi di luar negeri. (Sebagian besar Dokter yang praktek di RSB YPK
adalah dosen di Fak Kedokteran UI).
Berada dimana anda 5 tahun atau 10 tahun mendatang?
Dalam  beberapa  tahun  ke  depan,  dengan  target  2015,  YPK  akan
menjadi  Rumah  Sakit 
Ibu  dan 
Anak 
yang 
lengkap, 
yang 
dapat
mengatasi
berbagai
penyakit
perempuan, tidak hanya sebatas pada
masalah kandungan.
Bagaimana anda mengukur sukses?
-
Jika
ada
perubahan
menuju
keadaan
yang
terbaik.
Berapapun
besarnya perubahan itu sangat relatif.
-
Jika adanya kepuasan dan adanya kepercayaan dari pelanggan.
Bisnis jasa sangat tergantung
pada besarnya kepuasan dan
kepercayaan pelanggannya, karena jika pelanggan tidak puas,
maka ia akan beralih pada penyedia jasa lain
Jika anda mampu mengkomunikasikan dalam sebuah kata tentang
perusahaan anda, apakah itu?
Rumah Sakit Bersalin yang memberi kepuasan terhadap langganan.
2.1.6
Kompetitor
Kompetitor dari Rumah Sakit Bersalin YPK terbagi menjadi 2 bagian:
Kompetitor langsung
Kompetitor tidak langsung
  
17
Yang menjadi kompetitor langsung adalah:
Rumah Sakit Bunda Jakarta
Gambar 2.1
Logo Rumah Sakit Bunda
Rumah  Sakit  Bunda  terletak  dipojok  antara  Jalan  Sutan  Syahrir  dan
Teuku Cik Ditiro adalah Kompleks, terletak didaerah bergengsi "Menteng"
Jakarta Pusat
kira-kira
satu
kilometer ke
Timur
dari
"Bundaran
HI / Wisma
Nusantara"
inti
berkembangan daerah gedung-gedung
bertingkat di
ibu
kota
Jakarta sejak tahun 1961.
Rumah Sakit Bunda berangkat dari praktek pribadi Pendiri, Dr. Rizal Sini
SpOG yang waktu itu ditahun 1969 adalah pegawai negeri sipil, staf pengajar
pada FKUI, harus mengakui bahwa sudah
merasa
perlu
meninggalkan
jabatannya dari Jalur karir pendidik (1980),
barang
kali calon guru besar.
Penjelmaan
praktek
dokter
spesialis Obstetri
Ginekologi
pribadi
dengan
mengajak 
rekanan 
juniornya  waktu  itu, 
menjadi 
Rumah  Bersalin 
Bunda
ditahun 1970-1972, Rumah Sakit Bersalin kecil yang akhirnya menjadi cikal
bakal Rumah Sakit Bunda Jakarta dengan kompleks yang terlihat sekarang.
Rumah Sakit Bunda dengan ciri-ciri rumah sakit yang bertumbuh dalam
tahapan waktu lama, "The Growing Hospital" terdiri dari 4 blok A,B,C dan C
diatas  tanah  sekitar  6000 
meter.  Perencanaan  berkelanjutan  dan  bertahap
  
18
akhirnya dibagi dalam tahapan 5-10 tahun adalah strategi
makro
menuju pada
peerluasan keluar "kompleks
menteng"sejalan
dengan
kebijakan
negara
"desentralisasi"
ditahun
awal
millennium 2000.
Kegiatan
kerjasama
antara
rumah sakit di daerah, aliansi rumah sakit 1992-2003, mendirikan rumah sakit
umum di Depok, Bunda Margonda dan Akuisisi Rumah Sakit Umum Restu Ibu
di Padang adalah rumusan perusahaan yang bertumbuh sehat, "laba untuk
ekspansi  bukan  sekedar  untuk  dikonsumsi"  demi  berupaya  dalam
berperan
serta dalam pembangan negeri.
Rumah Sakit Bunda Jakarta hari kelahirannya dianggap tanggal 27 Maret
1973 yang dikaitkan dengan kelahiran bayi pertama dirumah bersalin waktu itu
ditolong oleh pendiri Rumah Sakit Bunda Jakarta adalah Dr. Rizal Sini SpOG.
Rumah Sakit Bunda semula merupakan Rumah Sakit Bersalin yang bernaung
dibawa " Yayasan Bunda" (1972) dengan kapasitas 26 tempat tidur dewasa, 1
kamar operasi, 1 kamar bersalin, 1 kamar bayi dan 1 ruang kamar
praktek/poliklinik.
Rumah Sakit Bunda Jakarta melihat realita lebih dini mengakui bahwa
rumah sakit adalah industri
jasa yang serba kompleks.
Visa dan
misi
industri
jasa pada umumnya harus tergambar dan menjadi fondasi yang realistis harus
mampu memikul beban yang berat menghadapi tantangan masa kekinian yang
berkelanjutan.  Modal  kuat,  asset,  sistim  tatakelola,  sumber  daya  manusia
dengan memperhitungkan kondisi sosioekonomi masyarakat yang dilayaninya
dan landasan undang undang yang berlaku perlu diperhitungkan.
Tahun 1982 Rumah Sakit
Bunda Jakarta meresmikan bangunan Blok A
berlantai 5 dengan kapasitas 60 tempat tidur dewasa dan ruang poliklinik yang
  
19
terletak  dilantai  1.  Tahun1985  awal  dari  penggunaan  komputer  dan
penggunaan
SIRS
(system informasi
terintergrasi
rumah
sakit)
yang
telah
dibakukan, dijalankan dengan mesin mini "mainframe" IBM-AS400.
Rumah   Sakit   Bunda   Jakarta   Tahun   1976   telah   berbadan   hukum
"Perseroan  Terbatas"  sebagai  landasan  kepemilikan  asset  dan  penanggung
fiscal (tax payer). Karena sebelumnya "diwajibkan" selaku pengelola (operator)
rumah sakit adalah "Yayasan Bunda" namun kemudian setelah UU tentang
Kesehatan
(1992)
dinyatakan
"non
aktif"
hingga
dua
badan
hukum sudah
menjadi satu.
Rumah
Sakit
Bunda
dalam ekspasi
kedalam
tahun
1995
meresmikan
bangunan Blok C, merupakan pengembangan poliklinik dan.Klinik Fertilitas
Morula (KFM). Pada tahun yang sama dibuka fasilitas "NICU", Neonatus
Intensive Care Unit, yaitu kamar ICU untuk bayi dibawah pengawasan dokter
spesialis anak dan tenaga perawat yang terdidik dan terlatih. Tahun 1996
peresmian "CDC", Comprehensive Delivery Care suatu inovasi yang
dikembangkan. CDC adalah ruangan persalinan terpadu yang terdiri dari 1
kamar bersalin, 1 ruang untuk pasien dan bayi/rooming in, 1 ruang tidur untuk
suami/ruang keluarga dengan fasilitas hotel berbintang. Pada tahun yang sama
Rumah Sakit Bunda Jakarta menambah fasilitas pelayanan klinik Gigi dan
Klinik kulit. Tahun 1997 peresmian
"Wing Balita" ruang Perawatn
anak usia
sampai dengan 5 tahun. Fasilitas terdiri dari 6 kamar Utama dan 1 kamar kelas
2 dengan 4 tempat tidur
Tahun 2000 penambahan fasilitas Bone densitometri dan Mamografi
kebutuhan masa kini.Tahun 2003 peresmian bangunan Blok D yang terdiri dari
  
20
3  lantai,  merupakan  pengembangan  dari  klinik  anak  dan  perawatan  anak
sampai dengan usia 10 tahun. Fasilitas di Blok D adalah 4 buah ruang praktek
dokter anak, 1 ruangan terapi anak, 6 kamar perawatan anak kelas perdana dan
2 kamar perawatan anak kelas Utama, serta 1 lantai untuk ruang KIE
(komunikasi informasi dan Edukasi) yang penggunaannya banyak diperuntuk
bagi
penyelenggaraan seminar-seminar dan
pertemuan-pertemuan serta
rapat-
rapat intern managemen.
Dengan
diresmikannya
Blok
D,
maka
fasilitas
pelayanan
untuk
klinik
anak bertambah dengan adanya klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Alergi
pada anak Balita.
Tahun 2004 Rumah Sakit Bunda Jakarta mengembangkan "PICU"
Perinatologi Intensive Care Unit yaitu kamar ICU untuk anak sampai dengan
usia 10 tahun dengan kapasitas 4 tempat tidur dan tenaga dokter spesialis anak
yang berpendidikan dan pengalaman internasional.
Rumah
Sakit
Bunda
dalam ekspasi
keluar
diawal
millennium 2000,
Landasan Kelompok Rumah Sakit Bunda Indonesia, kerjasama tidak formal
antara beberapa rumah sakit swasta ditahun 1992 telah membentuk kerjasama
berbadan hukum, PT. Bunda Global Pertama, antara rumah sakit di Medan,
Padang, Batam, Palembang, Jakarta dan Semarang dengan kegiatan usaha a.l.
kordinasi kegiatan rumah sakit "Bunda Indonesia Hospital Alliance",
procurement  kebutuhan 
bahan  dan  peralatan  rumah  sakit,  "sharing"
pengalaman dll. Tahun 2002, telah mengakuisisi salah satu rumah sakit di
daerah, Rumah Sakit Umum Restu Ibu di Padang. Diawal tahun 2003 telah
dimulai pula pembangunan RSU,Bunda Margonda, Depok dengan kekhususan,
  
21
"Klinik Spesialis dan
Rawat Sehari", seperti protype
yang telah direncanakan
dan 
sedang 
dibangun 
di 
RSU.Restu 
Ibu 
Padang 
yang 
mudah-mudahan
keduanya akan diselesaikan diawal tahun 2004
Visi
Melihat masa depan yang lebih cerah, berkarya mengikuti ilmu dan
perkembangan   teknologi   kedokteran   kekinian,   untuk   meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat dan bangsa, berupaya dan berperan dalam
mengangkat tingkat ekonomi dan sosial serta budaya dalam persaingan
global secara sehat dan terbuka.
Misi
Menjadi  rumah  sakit  swasta  yang  terbaik  dengan  standard  pelayanan
yang senantiasa mengikuti kemajuan ilmu, teknologi dan informasi,
namun
tetap
menciptakan nuansa kekeluargaan berorientasi kesepadanan
dengan kemampuan sosio ekonomi masyarakat yang dilayaninya.
Sedangkan yang menjadi kompetitor tidak langsung adalah
Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre
Gambar 2.2
Logo Rumah Sakit MMC
  
22
Dimulai dengan nama
Metropolitan Medical Centre pada tahun 1976
sebagai Praktek Kelompok Dokter Spesialis pertama di Wisata International
Office
Tower
Jakarta,
Rumah
Sakit Metropolitan
Medical
Centre
(MMC)
kemudian didirikan dan resmi dibuka sejak 22 Agustus 1987 di kawasan emas
Kuningan Jakarta Selatan.
Dengan
lokasi
yang strategis didukung pelayanan kesehatan profesional
dengan standard International dan peralatan
yang lengkap dan mutakhir, RS
MMC menjadi tempat rujukan medik kasus akut, subakut baik dari dalam dan
dari luar negeri.
Motto Rumah Sakit MMC yaitu mengutamakan mutu dan pelayanan, RS
MMC
menyediakan
informasi
mengenai pelayanan dan
fasilitas yang tersedia
di RS MMC untuk membantu pasien dalam memperoleh pelayanan.
Dengan kapasitas 167 tempat tidur dengan beberapa pilihan ruang rawat
inap mulai dari VIP Superior, VIP Deluxe, VIP, kelas I, II dan III serta
ditunjang   dengan   peralatan   dan   fasilitas   yang   lengkap   dan   mutakhir
diupayakan pelayanan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasien.
Dalam  memberikan  pelayanan,  falsafah  dan  visi  yang  dianut  adalah
selalu mengupayakan pelayanan kesehatan profesional paripurna bermutu
tinggi,
yang
menjunjung
tinggi
nilai etika, setara
standard
international
yang
dipercaya pelanggan dan mampu meningkatkan martabat profesi kesehatan di
Indonesia.
Sedangkan misi yang diemban adalah mengupayakan
Sistem pelayanan RS baku yang etikal, profesional, bermutu tinggi
Sistem manajemen RS dengan etika profesi yang baik
  
23
Sistem
pembinaan
tenaga
kesehatan
profesional;
siap
melayani
pelanggan
Sistem rujukan medik & kesehatan di dalam dan luar negeri.
Kepercayaan terhadap sistem pelayanan RS di Indonesia
2.2
Analisa
2.2.1
Analisa Logo
Gambar 2.3
Logo asli Rumah Sakit Bersalin YPK
Logo RSB YPK dibuat oleh sebuah institusi tertentu. Logo tersebut
terlahir atas adanya
latar belakang terbentuknya RSB YPK. Pada logo tersebut
terdapat dua buah bulatan yang seolah olah menggambarkan seorang ibu dan
seorang anak.
Rumah 
Sakit 
Bersalin 
YPK 
memiliki  permasalahan 
pada 
identitas
korporat yang dimilikinya yakni:
Bentuk
logo
yang
tidak
dapat
menggambarkan
nilai
serta
keunggulan
yang
terkandung
dalam Rumah
Sakit
Bersalin
YPK
yaitu
kentalnya
budaya kekeluargaan yang melekat di dalam Rumah Sakit Bersalin YPK.
Penerapan
identitas
yang
tidak
konsisten
satu
sama
lain.
Hal
ini
terlihat
website, kartu
nama, dan penerapan identitas pada dinding Rumah Sakit
Bersalin YPK.
  
24
Gambar 2.4
Gambar 2.5
Gambar 2.6
Website RSB YPK
Signage YPK
Kartu Nama YPK
Pada website, logotype digambarkan dengan menggunakan huruf serif bold
hal ini tidak konsisten dengan identitas visual yang ada.
Identitas yang dipasang pada dinding rumah sakit juga tidak sejalan dengan
visi dan misi Rumah Sakit Bersalin YPK. Pada identitas yang dipasang di
dinding tertulis Poliklinik,
padahal YPK merupakan
sebuah
Rumah
Sakit
Bersalin yang sedang dalam proses menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak.
2.2.2
Sasaran Khalayak
Yang menjadi sasaran khalayak dari Rumah Sakit Bersalin YPK ini adalah:
1)  
Demografi
Wanita Dewasa
Menjangkau   khususnya   kalangan   B   –   A   (Tidak   menutup
kemungkinan kalangan C untuk dapat masuk)
2)  
Geografi
Semua kawasan di daerah Jakarta dan sekitarnya
3)  
Psikografi
  
25
Wanita yang akan mengadakan persalinan secara normal
Wanita yang akan mengadakan persalinan secara operasi
Wanita yang memiliki masalah dengan kandungannya
2.2.3
Analisa SWOT
Strenght
-
Dokter
dokter
dan
tenaga
medis
yang
sebagian
besar
adalah
staff
pengajar dari fakultas kedokteran UI, yang mana sampai saat ini,
fakultas kedokteran UI masih menjadi fakultas kedokteran terbaik.
Sehingga dapat dikatakan SDM dokter nya baik.
-
Budaya kekeluargaan
yang
melekat dari
sejak berdiri, tidak seperti
suasana
rumah   
sakit   
lainnya    yang   
terkesan   
kaku    dan
“menyeramkan”.
Weakness
-
Untuk
dapat
maju
dan
berkembang,
RSB
YPK
membutuhkan
alat
yang canggih, tetapi masih terhambat oleh birokrasi bank Mandiri.
Opportunity
-
RSB YPK memiliki kalangan pasiennya sendiri yaitu dari karyawan
bank Mandiri, sehingga tidak perlu takut kehilangan pasiennya.
-
Dengan  sistem  kekeluargaan  yang  ditawarkan,  kepuasan  pasien
yang diutarakan
lewat
promosi
mulut
ke
mulut,
serta
tarif
harga
  
26
yang beragam sesuai kelasnya, membuat para calon pasien tertarik
untuk berobat ke RSB YPK.
Threat
-
Ancaman   dari   Rumah   Sakit   Bersalin   yang   lebih   besar   dan
menawarkan fasilitas yang lebih canggih dan modern.