|
45
2.7.7.1 Byte Encoding
Untuk
mengirimkan data
melalui
interface k ecep atan
tinggi, d ata
tersebut
harus
di encode terlebih dahulu d an di decoded ap abila
data
tersebut
sudah
samp ai
p
ada
temp at
tujuan.
Proses
encoding
memastikan bahwa
informasi dari clock
ada di setiap
data
y
ang
dikirimk an
untuk
memun gk inkan
p
enerima
men g-sinkronisasikan
dengan
clo ck
informasi
y
an g ada
dan
sukses
men gambil
data
p
ada
error
rate y ang
sudah ditentukan. Pada
mekan isme en coding 8b/10b
dap at
menemukan error
y
ang
terjadi
dibandin gkan
den gan
mekanisme
parity
ch eck,
parity
ch eck
tidak
akan
men emukan
error
p
ada
bit
gen ap ,
hany a
p
ada
bit
ganjil.
Pad a
en coding
8b /10b
akan
menemuk an
hamp ir
semu a
error
y
ang
ada.
Dik emban gk an
p
ertama
kali
oleh
IBM ,
8b/10b
akan
men gubah
setiap
8
bit
byte
menjadi
2
kemun gkinan
10-bit
karakter.
Skema
ini
disebut
dengan
8b/10b
encoding, k arena
mek anisme ini
men gacu p ada bits d ata y ang d iinput
kedalam
encod er
dan
beberap a
outp ut
angka
y
ang d ikelu arkan
dari
encoder, misalny a:
hexadecimal
dar i
59
dirubah
kedalam bentuk
bin ary
:
01011001.
3 bits teratas dip isahkan dari 5 bits terbawah: 01011001
p
rosesny a
kemudian
dib alik
dan
masin g masin g
grup
dirubah kedalam d esimal : 25 2.
Karakter notasi D ditambahkan dan men jadi: D25 2
|