![]() 70
Interaction
Operator
Penjelasan d an p enggunaan
alt
Alternatives men ggamb arkan
alternatif
behaviours, setiap
p
ilihan behaviour ditamp ilkan dalam op erasi terp isah
opt
Option
menjelaskan
p
ilihan
tunggal
atas
op erasi
y
ang
hany a
akan dijalank an bila batasan interaksi din ilai true
break
Break
mengind ikasikan bahwa
komb inasi fragment dilakukan
sebagai p engganti sisa interaksi fragment y ang terlamp ir
p
ar
Parallel
men gindik asikan
bahwa
eksekusi
op erasi
dalam
kombinasi
fragment
bisa
digabun gk an
dalam
sequence
manap un
seq
Weak
Sequencing men gh asilkan
urutan dari tiap
op erasi
y
ang
telah dijaga,
tetap i suatu event dari op erasi y an g berb eda p ada
lifeline y an g berbed a dap at terjadi dalam urutan ap ap un
strict
Strict
Sequ encing membuat sebuah
strict sequence saat
eksekusi
sebuah
op erasi,
tap i tidak
dilaksan akan
p
ada nested
fragments
neg
Negative men jelaskan sebuah op erasi y ang sifatny a invalid
critical
Critical
Region membuat sebuah
batasan
dari
op erasi
y
ang
event-ny a tidak satup un terjadi dalam lifeline
ignor e
Ignore
men gindik asikan
tip e
message,
disp esifikasikan
sebagai
p
arameter,
y
ang
harus d iabaikan
d
alam
sebuah
interaksi
consider
Consider
meny atakan
message
mana
y
ang
harus
dip ertimbangkan d alam sebuah interaksi
assert
Assertion
meny atakan b ahwa
urutan p esan dalam
op erasi
hany alah lanjutan y ang sif atny a valid
loop
Loop
digun akan
untuk
men gindik asikan sebu ah op erasi
y
ang
diulan g
b
erkali-kali
samp ai
batasan
interaksi
untuk
p
engulan gan tersebut bernilai true
Tabel 2.6
Interaction Operator y ang Digun akan dalam Komb inasi
Fragment
Sumber : Bennett et al. (2006, p 270)
2.6.2.3
Function
M
enurut
M
athiassen
et al.
(2000, p .137), aktivitas
function
memfokuskan
p
ada
b
agaimana
car a
sebuah
sistem
dap at
membantu
actor
dalam
melaksanak an
p
ekerjaan
mereka.
Tujuan
aktivitas
in i
ad alah
untuk
menentukan kemamp uan sistem dalam memp roses informasi.
|