|
30
b. Pengetahuan teknis yang meliputi pengetahuan tentang perangkat
keras
komputer, teknologi komunikasi data, bahasa-bahasa
komputer, sistem operasi, dan paket-paket perangkat lunak lainnya.
2. Pengetahuan bisnis secara umum.
Pengetahuan
ini
dibutuhkan
supaya
analis
sistem dapat
berkomunikasi
dengan pemakai sistem. Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi akuntansi
keuangan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen, akuntansi pengendalian
manajemen, pemasaran, produksi, manajemen personalia, keuangan, tingkah
laku organisasi, kebijakan perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya.
3. Pengetahuan tentang metode kuantitatif.
Dalam
membangun
model-model
aplikasi,
analis
sistem banyak
menggunakan metode-metode kuantiataif, seperti misalnya pemrograman
linier,
pemrograman
dinamik,
regresi, network,
pohon
keputusan,
trend,
simulasi, dan sebagainya.
4. Keahlian pemecahan masalah.
Analis
sistem harus
mempunyai
kemampuan
untuk
meletakkan
permasalahan-permasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis, memecah-
mecah
masalah
tersebut
ke
dalam bagian-bagiannya,
menganalisanya
dan
kemudian
harus
dapat
merangkainya
kembali
menjadi
suatu
sistem yang
dapat mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.
5. Keahlian komunikasi antar personil.
|