Home Start Back Next End
  
7
Penetasan
terjadi
secara
alamiah
dan mandiri
dalam periode
8-10
minggu.
Penyu
mampu  bertelur  antara  80  hingga  150  butir,  namun  anak-anak  penyu  yang  disebut
‘tukik’
menetas
secara
independen
dan keluar
dari
timbunan
pasir
menuju
pantai
dan
mencari
tempat
makan
masing-masing.
Para
peneliti
penyu
memperkirakan
dari
seribu
yang
menetas
hanya
satu ekor
penyu
yang
tumbuh
dewasa.
Pengembaraan
hingga
menjelang
dewasa yang disebut ‘tahun
menghilang’
dijalani
satwa ini dari kecil, remaja
hingga menjelang dewasa dan matang dari usia lima hingga 20 tahun.
2.5 
Makanan Penyu Hijau
Penyu
Hijau
dewasa
hanya
memakan
rumput
laut dan ganggang
sehingga
sangat
bergantung
kepada hamparan rumput laut dan ganggang atau padang lamun.
2.6 
Isu Konservasi Penyu Hijau
Status
konservasi
di
Indonesia:
Pemerintah
RI
menetapkan
penyu
hijau
dalam
daftar
Jenis-
Jenis
Tumbuhan
dan Satwa
yang
dilindungi
oleh
Tambahan
Lembaran
Negara
Republik
Indonesia
Nomor
3803, Lampiran
Peraturan
Pemerintah
Republik
Indonesia
Nomor 7 Tahun 1999 Tanggal 27 Januari 1999.
Di
alam,
penyu
penyu
yang
baru
menetas
(tukik)
menghadapi
ancaman
kematian
dari
hewan  –
hewan  seperti  burung,  kepiting,  biawak,  dan
lainnya.  Tetapi  ancaman
yang  paling  besar  justru  adalah  manusia.  Penangkapan 
penyu  untuk  diambil  telur,
daging, 
kulit,  dan  cangkangnya 
telah  membuat 
populasi 
penyu  berkurang. 
Daging
penyu
banyak
digemari
oleh
orang
orang
dari
kalangan
tertentu,
kulit
dan
batoknya
dapat dibuat
cinderamata,
serta
telurnya banyak dicari karena
dipercayai
berkhasiat
bagi
kesehatan
dan menambah
kekuatan
tubuh. Di pantai Teluk Penyu Cilacap
Jawa Tengah,
dengan
mudah ditemui
begitu
banyak
penyu – penyu yang dikeringkan
untuk dijadikan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter