|
26
pada sisi
pertama,
maka
yang
harus dilakukan
adalah
menentukan
entitas
induk
dan
anak
dari
kedua
tabel.
Primary
key
pada
tabel
induk
akan
menjadi
primary key
juga
di
tabel
anak. Dan
apabila terjadi
optional participation
pada
kedua
sisi,
maka
harus ditentukan
primary
key
dari
tabel
mana
yang
akan
di
salin ke
tabellain yang berhubungan.
.'
Untuk
tipe
relasi
superclasslsubclass
,
identifikasi
entitas
superclass
sebagai
entitas
induk
dan entitas
subclass
sebagai
entitas
anak.
Untuk
tipe
relasi
biner
many-to-many,
buat
sebuah
tabel
untuk
merepresentasikan
relasi
dan
beberapa
atribut
yang
menjadi
bagian
dari
relasi
tersebut.
Letakan primary key
dari
entitas
yang
berhubungan ke
tabel
yang
baru
sebagai
foreign
key.
Foreign
key
tersebut
juga
akan
menjadi
primary
key pada
tabel
yang baru.
··
Untuk
relasi
kompleks,
buat
sebuah
table
yang
merepresentasikan
relasi
dan
beberapa
atribut
yang
menjadi
bagian
dari relasi
tersebut.
Kemudian
letakan
primay
key
dari entitas
yang berelasi kompleks
ke
dalam
tabel
yang baru
dibuat sebagai foreign key.
Foreign key
yang
mewakiliki
relasi
many,
misalnya 0...
*
atau
1...
*
akan
membentuk primay
key juga
pada
tabel
yang
baru.
Untuk
atribut
multi-valued, buat
sebuah tabel
yang
merepresentasikan
atribut
multi-valued
danprimay
key
dari
tabel
yang
lama
menjadiforeign
key pada
tabel
yang
dibuat.
|