|
20
yang merepresentasikan tiap sudut pandang. Hasil dari data model
tersebut kemudian disatukan di bagian desain basis data.
c.
Kombinasi
dari
kedua
pendekatan centralized
dengan
view
integration.
4. Perancangan basis data (database design)
Kegiatan
utama
pada
tahap
ini
yaitu perancangan
database
secara konseptual, logikal, dan fisikal.
Menurut
Connoly
dan
Begg
(2002,
p279),
perancangan basis
data
adalah
proses
pembuatan
suatu
desain
untuk
sebuah
basis
data
yang akan mendukung operasional dan sasaran suatu perusahaan.
Ada 2 pendekatan untuk mendesain sebuah basis data, yaitu :
a.
Pendekatan bottom-up,
dimulai
pada
tingkat
awal
dari
atribut,
melalui
analisis
dari
perhimpunan antar
atribut,
dikelompokkan
menjadi
hubungan
yang
merepresentasikan
jenis-jenis entitas
dan
hubungan
antar
entitas.
Pendekatan ini
cocok
untuk
merancang
basis
data
yang
sederhana dengan
jumlah
atribut
yang
tidak
banyak.
b. Pendekatan top-down,
digunakan pada
basis
data
yang
lebih
rumit.
Dimulai
dengan
pengembangan model
data
yang
mengandung beberapa
entitas
dan
hubungan
tingkat
tinggi,
kemudian
menggunakan perbaikan
top-down
berturut-turut
untuk
mengidentifikasikan entitas
tingkat
rendah,
relasi-relasi
dan
atribut-atribut
yang
berkaitan.
Pendekatan
ini
biasanya
|