|
24
2. Penentuan laba
usaha. M anajemen p erlu mengetahui
biay a
mana
saja
y
ang
akan
dikuran gkan dar i p endap atan dalam
lap oran
laba ru gi
untuk
menentukan
lab a
usaha
selama p eriode.
3. Perencanaan keuan gan.
M
anajemen
membutuhkan
informasi biay a
untuk
merencanakan
masa dep an den gan tujuan f inansial y ang dik ehendak i.
4. Pengend alian kegiatan
usaha. M anajemen
membutuhkan
informasi p erihal hasil
biay a sesungguhny a dibandin gkan d en gan biay a dian ggarkan.
5. Pengambilan
kep utusan. M anajemen
kerap kali
mesti
men gev aluasi
biay a
y
ang
berhubungan den gan
seran gkaian alternatif tindakan
y
ang dariny a
lantas
dip ilih opsi
y
ang p aling b aik.
2.1.10.1 Macam-macam Biaya
Biay a
untuk
tujuan p erencanaan dan p engendalian, d an p engamb ilan kep utusan
digo lon gkan menjad i (Simamora, 2002, p 51-58):
1. Biay a lan gsung d an tidak lan gsun g
Biay a lan gsung (direct cost) adalah biay a y ang d ap at ditelusuri kep ada sebuah oby ek
biay a.
Biay a
tidak
langsun g adalah
biay a
bersama
terhadap beberap a
oby ek
biay a
sehingga tidak dap at ditelusuri secara lan gsung k ep ada oby ek biay a tertentu.
2. Biay a terkendalikan d an tidak terkendalikan
Suatu biay a
dian ggap terkendalikan p ada jenjan g
manajemen
tertentu manakala
lap isan
manajemen tersebut
memp uny ai kekuasaan
untuk
men gotorisasi biay a,
karena
setiap biay a
harus
diotorisasi
oleh
manajer
y
ang bertanggun g jawab.
Biay a
tidak
terkendalikan b erada d iluar k endali
man ajer k arena d ia
tidak dap at
men gotorisasiny a.
|