|
Yuliana Dewi Hertantry/ 1000868485
Page | - 25 -
dasar-dasar
teori
bentuk
secara
deskriptif
dalam alam ini.
Arsitektur
dapat
digambarkan
sebagai
bentuk
dari
strategi adaptasi manusia dengan alam,
gambaran
tersebut
bersifat
satu kesatuan yang menyeluruh, keseimbangan
yang dinamis dan penyempurnaan hal-hal yang relatif dan tidak jelas.
Arsitektur yang dilakukan manusia tersebut membentuk artefak sebagai
hasil penyesuaian diri
manusia dengan alam. Sedikit demi
sedikit artefak
itu
mengalami
proses
dan berkembang
membantuk
kota
lalu
perkotaan.
Semua
proses itu saling kait mengait sehingga jika ingin membahas kepedulian
terhadap
lingkungan,
maka
harus
dimulai
dari
menjaga
keseimbangan
ekologi perkotaannya.
Hubungan antara ekologi dan arsitektur
jelas
terlihat
pada
arti
asli
(secara linguistik) dari ekologi, yaitu oikos, kata asli
dari
ekologi
dalam
bahasa Greek yang berarti rumah dan rumah tangga (house dan household).
Apabila ekologi diartikan sebagai sains dan organisme beserta tempat
hidupnya (habitatnya), maka arsitektur dapat dipandang sebagai art dan
sains dari organisme
manusia dalam merealisir
habitasinya pada
lingkungan
alam natural.
Salah satu aspek penting dalam disain arsitektur yang semakin hari
semakin
dirasakan
penting
adalah
penataan
energi
dalam
bangunan.
Krisis
sumber energi tak terbaharui mendorong arsitek untuk semakin peduli akan
energi
dengan
cara
beralih
ke
sumber
energi
terbaharui
dalam merancang
bangunan yang hemat energi. Konsep penekanan desain ekologi arsitektur
didasari dengan maraknya issue global warming. Diharapkan dengan konsep
|