|
34
II.2. Tinjauan Khusus Topik - Tema
Secara
umu m
diketahui
bahwa
arsitektur
merup akan
p
erp aduan
antara
ilmu
p
engetahuan
dan
seni,
den gan
didukun g p ula
oleh
teori
vitruvius
y
ang
menemp atkan arsitektur
sebagai disip lin
ilmu
y
ang
memanf aatkan secara b ersama
rasio/lo gik a dan
emosi/p erasaan. Pendekatan
arsitektur
menjad i bersif at
multi-
disip lin dan b eragam, antara
lain
melalui p endekatan seni
y
ang d idasari
nilai nilai
estetis.
Dengan
menilai
arsitektur
sebagai
seni
berarti,
teori
teori
estetika
harus
p
ula diterap kan p ada arsitektur.
Terdap at beberap a
p
engertian Estetika/keind ahan sep erti
dikutip
H.K. Ishar
(1992:74), y aitu :
Nilai-nilai y an g meny enan gkan p ikiran,
mata dan telin ga (kamus O xford).
Sesuatu itu indah kalau sesuai d en gan tujuan atau fun gsi atau kegunaanny a
(Socrates)
Eksp resi luhur (Hegel)
Sesuatu y ang struktural (Schop enhauer)
Bentuk semp urna y ang ada p ada alam (B aumgarten).
Ishar
(1992)
meny ebutkan
ada
3
f
aktor
utama
y
an g
menjad i
p
ertimban gan
dalam p erancan gan arsitektur y aitu fungsi, struktur, dan estetika. M enurut beliau ju ga
bahwa keindahan dalam arsitektur dap at ditinjau dari dua
sudut
p
andang,
y
aitu
keindahan b entuk dan keindah an eksp resi. Keindahan bentuk Didasar i oleh p enerap an
|