|
38
bangun an
san gat
ditentukan
untuk
memenuhi
p
ersy aratan
structural,
kep entingan arsitektural diletakkan di temp at
lain.
S
truktur yang diabaikan dalam Proses Pembuatan Bentuk dan Bukan
Bagian dari Pembentukan Estetika.
Sejak p engemb an gan
teknolo gi
struktur dengan
men ggunakan baja dan beton
bertulang,
maka
memun gkink an
untuk
merencan akan ban gun an tanp a
memp ertimban gkan
bagaimana
struktur tersebut
dap at
didukung dan
diban gun
setidakny a p ada
p
roses tahap p ersiap an atau p endahuluan.
Hal
tersebut
di atas
menjadi
memun gkink an
karena
sifat
kekuatan
y
ang dimilik i
oleh baja dan b eton bertulang, seh in gga h amp ir semua bentuk dap at diban gun,
selama
b
entukny a tidak
terlalu
besar
dan
tidak
ad a
batasan
keuan gan.
Kebebasan
ini
merup akan kontribusi
y
ang berarti dan
sering tidak diny atakan
dalam teknolo gi
struktur y ang dibu at
untuk arsitektur, dengan
membeb askan
arsitek dari
kek an gan y ang
d
ip aksakan oleh k ebutuhan untuk mendukun g
bangun an den gan p asan gan bata dan k ay u.
Pada
tahun 1973, Eduard
S
ekter
dalam
Structure,
Construction
and
Tectonics mendef inisikan tektonik sebagai eksp resi y ang d itimbulkan o leh p enekan an
struktur dari bentuk konstruksi, dengan demik ian
hasil eksp resi tektonika tidak dap at
dip erhitungkan hany a sebagai istilah p ada struktur dan konstruksi saja.
Hubungan
antara struktur dengan arsitektur dimana
struktur
mendukung
eksp resi arsitektur p ada bangunan dimana struktur
sebagai ornament
untuk
|