Home Start Back Next End
  
21
Talcott
Parson -
aura "keberartian sosial".
Tanpa
aura
itu,
buku
harian
hanya berarti bagi penulisnya, keluarga, dan orang yang mengenal
penulisnya.
Yang juga penting adalah "jujur" dan "konsisten". Mengenai
kejujuran,
buku
harian
yang
berjudul
Catatan Seorang Demonstran yang
ditulis oleh Soe Hok Gie adalah salah satunya. Karena kejujurannya, maka
buku
harian
Gie
bisa
jadi
rujukan
(semacam monografi
ringan)
bagi
siapa
pun yang ingin tahu gaya dan pola hidup anak muda
dan aktivitas
mahasiswa kala itu.
Sedangkan konsistensi adalah persoalan yang jauh lebih berat.
Menulis
memang
membutuhkan
konsistensi dan persistensi tinggi, dan
karenanya
mungkin
membutuhkan
latihan atau
proses
membiasakan
diri,
sesederhana
apa
pun
itu.
Menurut
Ignas
Kleden (1999)
untuk
membangun
tradisi membaca dan menulis, kita perlu "wawasan budaya" sebagai
provokasi awal. Karena menurut beliau, dorongan wawasan budaya inilah
yang
mampu
menyebabkan
seseorang rela
menyendiri
untuk
membaca,
meneliti, dan menuliskan pikiran dan penemuan-penemuan dari penelitian
dan perenungan, yang tentu saja mau tak mau pasti terhindar dan tersingkir
dari pergaulan sosial untuk sementara waktu.
Seiring  dengan  berkembangnya  teknologi,  buku  harian  sekarang
tidak
hanya
ditulis
pada
kertas
namun
juga
bisa
berupa
data
di
komputer
atau bahkan ada yang berupa fasilitas daring untuk menulis buku harian di
internet.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter