Home Start Back Next End
  
12
Dengan telah dimasukkannya
herbal
sebagai
salah satu dari
10 produk
potensial
oleh Departemen
Perdagangan
RI mengikuti
10
produk utama
yang sudah
berjalan
selama
ini,
maka
sangat
besar
peluang bagi
semua
industri
jamu
Indonesia
untuk meluaskan pasar
ekspornya,
terutama
untuk
Eropa dan
Amerika. Namun, satu
hal
yang harus diperhatikan pada saat
ini
adalah bahwa
sebelum
mengembangkan
pasar
luar
negeri,
hendaknya
perkuat terlebih dahulu pasar luar negeri yang telah ada.
Berdasarkan Corinthian Infopharma
Corpora
atau CIC tahun 2000,
konsumsi
obat
tradisional
(jamu) meningkat
rata-rata
5,4% per tahun.
Pemanfaatan
tumbuhan
obat
tradisional
di
Indonesia
akan
terus meningkat
mengingat
kuatnya
budaya
dan
tradisi
memakai
jamu
baik
untuk
maksud
pengobatan (kuratif), memeliharan kesehatan dan menjaga
kebugaran
jasmani, mencegah
penyakit
(preventif)
maupun
memulihkan
kesehatan
(rehabilatif). Meningkatnya
penggunaan jamu juga
disebabkan
kecenderungan
masyarakat
mencari alternatif
pengobatan
yang kembali
ke
alam (back
to
nature) dengan
alasan
mempunyai efek samping
yang relatif
kecil. Badan Pengawasan Obat
dan Makanan (2001) menyatakan bahwa
penggunaan obat tradisional di tingkat
nasional dan
global terus
meningkat.
Beberapa  bahan  baku  dan  produk  jamu  juga  telah  menjadi  komoditas
ekspor yang andal untuk menambah devisa Negara.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter