|
2.9 Manajemen Risiko Teknologi Informasi
Menurut Alberts dan Dorefee (2004, p8), manajemen risiko adalah proses yang
berkelanjutan dalam mengenal risiko dan mengimplementasikan rencana untuk
menunjuk mereka.
Jadi, manajemen risiko adalah suatu proses identifikasi, mengukur risiko, serta
membentuk strartegi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia. Strategi
yang dapat digunakan antara
lain
mentransfer risiko pada pihak
lain,
menghindari
risiko,
mengurangi efek buruk dari risiko, dan menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi
dari risiko tertentu.
2.9.1
Fungsi-fungsi Pokok Manajemen Risiko
Menurut Djojosoedarso (2005, p14), fungsi pokok manajemen risiko terdiri dari :
1. Menemukan Kerugian Potensial.
Artinya
berupaya
untuk
menemukan
atau
mengidentifikasi seluruh risiko
murni
yang dihadapi perusahaan, yang meliputi:
a)
Kerusakan fisik dari harta kekayaan perusahaan.
b)
Kehilangan
pendapatan
atau
kerugian
lainnya
akibat
terganggunya
operasi
perusahaan.
c)
Kerugian akibat adanya tuntutan hukum dari pihak lain.
d)
Kerugian-kerugian
yang timbul karena penipuan, tindakan-tindakan kriminal
lainnya, tidak jujurnya karyawan.
e)
Kerugian-kerugian
yang timbul akibat karyawan kunci atau (keymen)
meninggal
dunia, sakit atau cacat.
|