|
57
Berdasarkan pendapat Sugiyono (2004,p73) sampel
adalah bagian
dari
jumlah
dan
karakteristik
yang dimiliki
oleh
populasi.
Bila
populasi besar,
dan
peneliti
tidak
mungkin
mempelajari
semua
yang ada
pada
populasi,
misalnya
karena
keterbatasan dana,
tenaga dan waktu, maka
peneliti dapat
menggunakan
sampel
yang
diambil
dari
populasi tersebut.
Apa
yang
dipelajari
dari
sampel tersebut,
kesimpulannya
akan
diberlakukan
untuk
populasi.
Untuk
itu
sampel
yang
dari
populasi harus betul-betul representative.
Menurut
Suliyanto
(2006,p113)
probability
sampling
adalah
teknik
pengambilan
sampel dimana
setiap
anggota
populasi mempunyai
kesempatan
(probabilitas)
untuk
dijadikan
sampel. Menentukan ukuran sampel adalah menentukan
besarnya
sampel
yang
harus diambil
agar
dapat
menggambarkan populasi
yang sebenarnya. Pengambilan
sampel
yang
terlalu kecil
dikhawatirkan
tidak
mampu
menggambarkan populasi yang sesungguhnya. Sebaliknya,
pengambilan sampel terlalu besar akan membuang waktu,
biaya
dan tenaga secara
percuma.
Dalam penelitian
ini ukuran sampel
ditentukan menggunakan
pendapat Slovin
yang dikutip
oleh
Suliyanto (2006,p100), yaitu:
N=
N
.
1+Ne²
Dimana :
N
= Jumlah sampel minimal
N
= Jumlah populasi
|