|
63
2.8.8
Architectural Design
Menurut Mathiassen
et
al.
(2000, p.l73),
keberhasilan
suatu sistem
ditentukan oleh
kekuatan dari
desain
arsitektumya.
Arsitektur
membentuk
suatu
sistem
berdasarkan bagian - bagiannya
dan
memenuhi
sejumlah
kriteria desain
tertentu.
Desain arsitektur juga
berfungsi sebagai kerangka
(framework)
untuk
aktivitas
pengembangan selanjutnya.
Tujuan
dari
architectural
design
adalah
untuk
menyusun
suatu
sistem
yang
terkomputerisasi.
Titik awal dari architectural
design adalah
system
requirements
yang
dihasilkan dari
analisis pada
problem domain dan
application
domain.
Hasil
dari aktivitas
architectural design
ini
adalah
suatu arsitektur
yang
mendefinisikan
components sistem dan hubungan
-
hubungannya, distribusi
sistem
pada
peralatan
fisik
technical
platform,
dan
mekanisme
yang
diperlukan untuk
mengkoordinasikan
proses
-
proses
dalam
sistem.
Atau
dapat
dikatakan
menghasilkan suatu
struktur
untuk
components
dan
processor
sebuah
sistem.
Arsitektur
harus
dapat
memastikan penggunaan
fasilitas technical platform
yang
efisien dan
desainnya tersebut
harus
dapat
diimplementasikan. Suatu
sistem
yang
baik
secara
umum
harus
yang
tersusun
dengan
baik
dan
juga
mudah
dimodifikasi.
Ada
3
aktivitas
dalam
architectural
design,
yaitu
:
(1)
criteria,
yang
fokus pada
kondisi
-
kondisi dan
criteria
untuk
desain,
(2)
components,
mendiskusikan bagaimana
suatu
sistem
dapat
dibagi
menjadi
bagian
-
bagian
yang
lebih kecil, dan
(3)
processes,
berhubungan
dengan
system
|