|
17
Menurut
Prahasta
(2005,
P49)
sistem informasi
geografi
merupakan
suatu
kesatuan
formal
yang terdiri dari berbagai sumber daya fisik dan
logika
yang berkenaan
dengan
objek-objek
yang
terdapat
di
permukaan
bumi.
Jadi
Sistem Informasi
Geografi
merupakan
kumpulan
data
geografi
(spasial) dan data dokumen (non-spasial) yang
terorganisir dan dapat dimanipulasi.
Menurut
Burrough
(1986,
p6),
sistem informasi
geografi
merupakan
sistem
informasi yang bertujuan mengumpulkan,
menyimpan,
menggunakan
kembali
saat
dibutuhkan, memroses, dan menampilkan data spasial dari dunia sebenarnya untuk
tujuan tertentu.
Sistem informasi
geografi
adalah
sistem yang
terdiri
dari
perangkat
keras,
perangkat
lunak,
data,
manusia,
organisasi, dan lembaga yang digunakan untuk
mengumpulkan,
menyimpan,
menganalisis,
dan menyebarkan informasi-informasi
mengenai daerah-daerah di permukaan bumi (Prahasta, 2001, p55; Chrisman, 1997,
p121).
Teknologi
sistem informasi
geografi
dapat
digunakan
untuk
investigasi
ilmiah,
pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi, dan perencanaan rute.
Misalnya SIG dapat membantu pihak berwenang untuk secara cepat menghitung waktu
tanggap darurat saat terjadi bencana alam atau SIG dapat digunakan untuk mencari lahan
basah yang membutuhkan perlindungan dari polusi.
Secara singkat, SIG dapat berguna untuk memberikan nilai tambah pada data
spasial dengan memungkinkan data untuk diorganisasikan dan ditampilkan secara
efisien. Dengan analisis dan penemuan data baru yang dapat dilakukan secara cepat, SIG
menghasilkan informasi yang sangat berguna untuk membantu pengambilan keputusan.
|