![]() 34
Proses
ini
membutuhkan 4 aktivitas
y
aitu: tambahan p engetahuan (d ari p ara
ahli
atau
sumber-sumber
lainny a),
rep resentasi p engetahuan
(ke
komp uter),
inferensi
p
engetahuan, dan p engalih an p engetahuan ke
user. Pen getahuan
y
ang disimp an di ko mp uter disebut
dengan
n
ama b asis
p
engetahuan.
Ada 2
tip e p engetahuan y aitu : fakta dan p rosedur (biasany a berup a aturan).
Salah
satu
fitur
y
ang
harus
d
imiliki
oleh sistem
p
akar
adalah
kemamp uan
untuk
men alar.
Jika k eahlian-keah lian
sudah
tersimp an
sebagai
basis
p
engetahuan dan sudah
tersedia p rogram y ang mamp u
men gakses
basisdata,
maka ko mp uter
harus
dap at
dep rogram
untuk
membuat
infer ensi.
Proses inferensi ini dik emas dalam b entuk motor inferensi (inference engine).
Sebagian besar sistem
p
akar komersial
d
ibuat dalam
bentuk
rule-
based
systems,
y
ang mana p engetahuan disimp an dalam bentuk aturan-
aturan. Aturan tersebut biasany a berbentuk IF-THEN.
Fitur lainny a
dari
sistem
p
akar ad alah k emamp uan untuk
merekomendasi. Kemamp uan
inilah
y
ang
memb edakan
sistem p akar dengan
sistem konvensional:
Tabel 2.2 Perbedaan Sistem Konvensional den gan Sistem Pakar
Sistem Konvensional
Sistem Pakar
Informasi
dan
p
emrosesanny a
biasany a
jadi
satu
den gan
Basis
p
engetahuan merup akan
bagian
terp isah
dari
mekanisme
|