|
42
merup akan bap ak dari p roses
p
enalaran,
y
ang d igunakan
dewasa
in i dalam
kegiatan p eny elidikan p eny eldikan ilmiah dan d iagnosis med ik.
Diagnosis
b
andin g dimulai
sejak
p
ermulaan darip ada
wawancara
medik
y
ang diselen ggarakan d an ber lan gsun g terus selama
melakukan p emeriksaan fisik.
Diagnosis b andin g
tersebut akan men garahk an p ertany aan y ang
diajuk an dan
p
erincian p emeriksaan f isik y ang kita
lakukan.
Data y ang berhasil dih imp un akan
dip ertimbangkan
berd asarkan
manif estasi
gejala- gejala
p
eny akit
y
ang telah
dialami oleh p enderita.
M
enurut
Richard Cabot, analisis
diagnosis
adalah
muncu lny a daftar
y
ang
memuat
p
etunjuk dan kemun gkinan
diagnostik p ilihan,
y
ang
memp uny ai radiasi
masin g-masin g.
Lan gkah
p
en gkajian
d
iagnostik
atas
seoran g
p
asien
diawali
den gan
p
erhatian
kita
terhadap manifestasi
p
eny akit. M anifestasi
tersebut
dap at
berup a
gejala- gejala
dan
ju ga
p
ola
p
enemuan-p enemuan
klinik.
Setelah
man ifestasi
ditemukan, dianalisis, dan digabun gkan,
lan gkah
berikutny a adalah
memutuskan
domain (satu daerah
tubuh)
mana
y
ang merup akan dasar
manifestasi. Setelah
itu,
kita harus memp ertimban gkan
gan ggu an ap a saja y ang memp en garuhi do main
ini.
Gangguan d ap at dibagi dalam 2 jenis, struktural dan fungsional. Gan gguan
y
ang bersifat
structural,
memp uny ai
3
sifat
:
kuantitas,
lokasi
d
an
konsistensi.
Kuantitas
berarti,
bany akny a
ganggu an
y
ang
terjadi. M isalny a
Osteopenia,
Hepatonegali. Lokasi
ad alah
temp at
gan ggu an
y
ang dih arap kan
atau
tidak
|