![]() 45
dikatakan bahwa
data
nominal
tersebut bersifat binominal;
y
aitu,
mencer minkan
dua
k
eadaan.
Data
ordinal dap at
kita
bedakan
oleh
karen a
mereka
diatur
atau
disusun
dalam
suatu
deretan,
p
ada
umumny a
men ggamb arkan
b
esaran,
misalny a
derajat
keker asan
bisin g
dari
1 samp ai
6+.
Namun,
p
erbedaan
y
ang terdap at
diantara
besaran
mereka
dalam
skala
tersebut, tidak dap at ditetap kan secara kuantitatif. M isalny a, walaup un bising
derajat
5
lebih k eras
jika k ita bandin gkan den gan bisin g derajat
4, kita tidak
mungk in men gatakan b ahwa
p
erbedaan keras suara
y
ang
terdap at antara
derajat
5
dan der ajat
4
adalah
sama besarny a dengan p erbedaan bisin g y an g
terdap at
antara bisin g derajat
3
dan b isin g der ajat
2.
Data
nomin al d an data
ordinal
dap at
kita
analisis
dan
rumusan-rumusanny a
p
un
dap at
p
ula
dibuat
dengan
memp er gunakan
metode
statistic
nonp arametrik.
Data metrik
hamp ir
sama den gan data ordinal, tetap i data
metrik tersebut
dap at ditetap kan secara
kuantitatif dan
memp ersamakan p erbedaan
y
an g terdap at p ada skala,
sep erti
termometer.
Sebagian
besar
p
engukuran
laboratoris,
sep erti
gula
darah,
kolesterol, elektrolit bentukny a metric d an an alisis
serta defin isi d ap at dibuat
dengan memp ergunak an metode statistik p arametrik.
Tabel 2.3 Arti Nominal (M urp hy , E.A, 1976)
Sifat
Dip ergunakan oleh
Istilah y ang dianjurk an
Probabilitas
fungsi
distribusi:
kurva
normal
Analisis statistikal
Gaussian
Palin g
mewakili
dari
Ilmu deskrip tif
Rata-rata, median
|