|
29
h.
Kualitas
adalah
keseluruhan
ciri
dan karakteristik
produk
atau
jasa
yang
kemampuannya
dapat
memuaskan
kebutuhan,
baik
yang
dinyatakan
secara
tegas
maupnn
tersamar.
Istilah
kebutuban
diartikan
sebagai
spesifikasi
yang
tercantum
dalam
kontrak
maupnn
criteria-kriteria
yang
harus
didefmisikan terlebih
dahulu
(Perbendaharaan
istilah
ISO
8402
dan dari Standar
Nasional
Indonesia
(SNI
19-
8402-1991)).
Kualitas
memerlukan
suatu
proses
perbaikan
yang
terus-menerus (continous
improvement
process)
yang
dapat diukur, baik
secara
individual,
organisasi,
korporasi,
dan
tujuan kinerja
nasional.
Konsep
kualitas
harus
menyeluruh,
baik
produk
maupun
prosesnya.
Kualitas
produk
meliputi
kualitas
bahan
baku
danbarang
jadi,
sedangkan
kualitas proses
meliputi kualitas
segala sesuatu yang berhubungan dengan proses
produksi
perusahaan
manufaktur
dan proses penyediaan
jasa
atau pelayanan
bagi
perusahaan
jasa. Kualitas
harus
dibangun
sejak
awal,
dari penerimaan
input
hingga
perusahaan
menghasilkan output bagi
pelanggannya.
Setiap tahapan dalam proses
produksi
maupun
proses
penyediaan
jasa
atau pelayanan
juga
harus berorientasi
pada
kualitas
tersebut.
Hal
ini disebabkan
setiap tahapan proses
mempunyai
pelanggan.
Hal
ini
berarti
pelanggan
suatu
proses
adalah
proses
selanjutnya,
dan
pemasok
suatu
proses
adalah
proses
sebelumnya (Ariani,
2003).
2.2.2. Perspektif
Kualitas
Menurut
Garvin
(1988), perspektif kualitas bisa
diklasifikasikan
dalam
lima
kelompok
transcendental approach, product-based
approach,
user-based
approach,
|