Home Start Back Next End
  
34
bisnis
jasa,
kualitas
berdasarkan perspektif 
ini
cenderung
bersifat
operations-driven.
Ancangan 
semacarn
ini
menekankan 
penyesuaian
spesiftkasi 
produksi 
dan
operasi
yang
disusun 
secara 
internal, 
yang 
sering  dipicu
oleh
keinginan 
untuk
meningkatkan
produktivitas
dan
menekan 
biaya.
Jadi,
yang
menentukan 
kualitas
adalah
standar-standar
yang 
ditetapkan 
perusahaan,
bukan  konsumen 
yang
membeli 
dan
menggunakan
produk/jasa.
2.2.2.5. Value-based Approach
Ancangan 
ini 
memandang
kualitas 
dari  aspek 
nilai 
(value)
dan 
harga 
(price).
Dengan 
mempertimbangkan
trade-off 
antara 
kinerja 
dan 
harga, 
kualitas 
didefinisikan
sebagai 
affordable
excellence.
Kualitas 
dalam 
perspektif 
ini 
bersifat 
relatif, 
sehingga
produk 
yang 
memiliki 
kualitas  paling 
tinggi  belum  tentu 
produk 
yang
peling 
bernilai.
Akan
tetapi,
yang
paling
bernilai
adalah 
barang
atau
jasa
yang
paling
tepat
dibeli
(best­
buy).
2.2.3.  Kualitas Pada  lndustri Jasa
Banyak 
sekali  perbedaan 
antara 
industri 
manufaktur 
dengan 
industri  jasa 
yang
menurut 
Gaspersz 
(1997),
karakteristik
unik
dari
suatu
industri
jasa/pelayanan yang
sekaligus membedakaunya dari
barang
antara
lain:
a.  
Pelayanan 
merupakan
output
tak berbentuk
(intangible output).
b.   Pelayanan 
merupakan  output variabel,
tidak
standar.
c.  
Pelayanan 
tidak  dapat  disimpan 
dalarn  persediaan, 
tetapi  dapat  dikonsumsi 
dalarn
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter