Home Start Back Next End
  
36
e.  
Pelanggan sekaligus merupakan
input nbagi proses pelayanan yang diterimanya.
f. 
Keterampilan 
personil 
"diserahkan" 
atau  
"diberikan" 
secara 
langsung 
kepada
pelanggan.
g.  
Pelayanan tidak  dapat
diproduksi secara massal.
h.  
Membutnhkan
pertimbangan
pribadi
yang   tinggi   dari 
individu
yang 
memberikan
pelayanan.
1. 
Perus3haan jasa
pada
umumnya bersifat padat karya.
j. 
Fasilitas pelayanan berada  dekat  Iokasi
pelanggan.
k.  
Pengukuran
efektivitas pelayanan
bersifat subyektif.
I. 
Pengendalian kualitas terutama dibatasi pada
pengendalian proses.
m. 
Option
penetapan harga  Iebih
rumit.
Pengukuran 
kualitas 
untuk  
produk 
fisik  
tidak  
sama  
dengan 
industri 
jasa.
Walaupun
demikian,
ada 
beberapa
dimensi
yang 
digunakan
dalam 
mengukur
kualitas
suatu 
industri
jasa. 
Menurut
Garvin
(1996),
dimensi
kualitas
pada 
industri
jasa 
antara
lain
sebagai berikut.
a.  
Communication,
yaitu  
komunikasi  atau  
hubungan  antara  
penerima  jasa  
dengan
pemberi jasa.
b.  
Credibility, yaitu
kepercayaan pihak  penerima jasa
terhadap pemberi jasa.
c.  
Security, yaitu
keamanan terhadap jasa
yang
ditawarkan.
d.  
Knowing the  customer, yaitu
pengertian
dari  pihak 
pemberi
jasa  pada 
penerima
jas
atau
pemahaman pemberi jasa
terhadap kebutuhan dan
harapan pemakai jasa.
e.    Tangibles, yaitu 
bahwa dalam 
memberikan pelayanan kepada pelanggan harus 
dapat
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter