Home Start Back Next End
  
11
Gambar 2. 1 (a) Sinyal Waktu Kontinu dan (b) Sinyal Waktu Diskrit
Sumber: (Santamarina 2005)
Sinyal waktu kontinu dengan amplitudo kontinu biasanya disebut sebagai
sinyal
analog. Contoh sinyal
analog
adalah
sinyal
suara.
Sinyal
waktu
diskrit
dengan
amplitudo
bernilai
diskrit
yang
direpresentasikan oleh
digit
angka
yang
terbatas (finite), biasanya disebut sebagai sinyal digital.
Berdasarkan
jenis
frekuensinya, sinyal
terbagi
menjadi
sinyal
stationary
dan
sinyal
non-stationary.
Frekuensi dalam
sinyal
stationary
tidak
berubah
dan
selalu
berulang
dalam
waktu,
sedangkan frekuensi
dalam
sinyal
non-stationary
berubah-ubah dalam waktu.
2.2.2.   Sinyal percakapan
Sinyal
percakapan adalah
sinyal
yang
dihasilkan
dari
suara
manusia
sewaktu
melakukan
percakapan. Sinyal
percakapan
merupakan
kombinasi
kompleks
dari
variasi
tekanan
udara
yang
melewati
pita
suara
dan
vocal
tract,
yaitu
mulut, lidah, gigi, bibir, dan
langit-langit
mulut. Speech (wicara) dihasilkan
dari sebuah kerjasama antara lungs (paru-paru), glottis (dengan vocal cords) dan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter