Home Start Back Next End
  
15
semua 
energi 
dalam 
suara 
tersimpan 
dalam 
rentang 
0-4000 
Hz 
sehingga
sampling cukup dilakukan pada 8000 Hz (Vaseghi 2007, 163). Hal
ini didasarkan
pada   teori   Nyquist-Shannon  yang   menyebutkan   bahwa   untuk   mencegah
hilangnya informasi dalam
sebuah
konversi
sinyal
kontinu
ke
diskrit,
sampling
minimal harus dua kali lebih besar dari sinyal asli (Shannon 1949).
2.2.5.   Metode Signal Processing
Metode
pemprosesan sinyal
menyediakan
sebuah
variasi
alat
untuk
memodelkan,
menganalisis,
membuat,
mensintetiskan, dan
mengenali
sinyal.
Metode pemprosesan sinyal telah berevolusi
dalam kompleksitas algoritma
yang
bertujuan
untuk
mengoptimalkan utilisasi
dari
informasi
yang
tersedia
untuk
mencapai
performa
terbaik.
Secara
umum
kebutuhan komputasi
meningkat
terkadang  secara  eksponesial,  seiring  dengan  kompleksitas
algoritma.
Tetapi
biaya 
implementasi 
dari 
metode 
pemprosesan 
sinyal 
terbaru 
telah 
cukup
memadai dengan
trend
yang
konsisten beberapa tahun
terakhir.
Dengan
peningkatan berkelanjutan dalam performa, ditambah dengan pengurangan biaya
secara bersamaan, dari perangkat keras pemprosesan
sinyal, pemprosesan
sinyal
digital
(Digital
Signal
Processing)
dapat
dikategorikan
menjadi
empat
kategori
umum,
yaitu
pemprosesan
sinyal
berbasiskan
transformasi, pemprosesan
sinyal
berbasiskan
model,
pemprosesan sinyal
statistik
bayesian,
dan
jaringan
saraf
tiruan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter