Home Start Back Next End
  
2.1.3 Artikel Pendukung
Kasus Gangguan Mental Ringan Meningkat
JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah penderita gangguan mental di Indonesia saat ini,
menurut data Departemen Kesehatan tahun 2007, mencapai lebih dari 28 juta orang, dengan
kategori gangguan mental ringan 11,6 persen dari populasi dan 0,46 persen menderita
gangguan mental berat.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Mental Indonesia dr Tun Kurniasih
Bastaman, dr.Sp.KJ (K), menyatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi peningkatan
jumlah penderita gangguan mental ringan. “Secara umum, gangguan mental berat cenderung
stagnan, justru yang ringan mengalami peningkatan,” katanya dalam acara jumpa pers
Konferensi Nasional Psikoterapi 2010, Sabtu (1/5) di Jakarta.
Faktor gaya hidup dan problematikanya, seperti tuntutan hidup dan persaingan yang semakin
tinggi, menjadi pemicu banyaknya penderita gangguan mental ringan. “Kebanyakan yang
datang ke psikiater adalah orang yang depresi dan stres karena problem sehari-hari,” kata dr
Tun.
Orang yang menderita gangguan mental ringan memiliki ciri sering dilanda kecemasan,
gangguan panik, sulit berkonsentrasi, serta gangguan tidur. “Gangguan mental ringan bisa
membuat seseorang jadi tidak produktif dan mengganggu hubungan sosial dengan orang
lain. Karena itu, perlu dikonsultasikan kepada psikiater,” tambah dr Tun.
Dia menambahkan, gangguan mental ringan dan berat memiliki definisi klinis yang berbeda.
Kendati gangguan mental ringan bisa menetap, gangguan mental kategori ini tidak akan
bergeser menjadi gangguan mental berat.
Saat ini masih banyak orang yang enggan memeriksakan diri ke dokter mental karena
kuatnya stigma di masyarakat. “Sebenarnya orang yang mengalami gangguan mental adalah
orang yang sakit, sama saja seperti orang yang sakit diabetes atau jantung. Ada mekanisme
biologinya. Karena itu, jangan dijauhi, tetapi diberikan pertolongan,” ujar dr Tun.
Dalam ilmu mental, gangguan pada seseorang dilihat secara menyeluruh, baik psikis
maupun fisik. Oleh sebab itu, pengobatan juga dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya
obat-obatan, tetapi juga psikoterapi. (Sumber:Kompas.com)
Kesehatan Mental sebagai Prioritas Global
Saat ini
lebih
dari
450
juta penduduk dunia hidup dengan
gangguan mental. Di Indonesia,
berdasarkan 
Data   Riskesdas 
tahun   2007,   menunjukkan 
prevalensi 
gangguan 
mental
emosional
seperti
gangguan
kecemasan dan
depresi
sebesar
11,6%
dari
populasi
orang
dewasa. Berarti
dengan
jumlah
populasi
orang
dewasa
Indonesia lebih
kurang
150.000.000
ada 1.740.000 orang saat ini mengalami gangguan mental emosional.
Mengingat besarnya masalah tersebut, setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter