BAB2
DATA
DAN ANALISA
2.1. 
Sumber
Data
Data-data yang ada diperoleh melalui:
,.·. 'lt.
1.  Wawancara dengan pihak Taman Margasatwa Ragunan, bagian kependidikan.
I
I
2.   Buku Referensi mengenai Satwa Liar.
3.   Survei
eli 
lapangan  (Pusat  Primata  Schmutzer-Taman
Margasatwa
Ragunan).
i
,
I
,
I
  
   '   l-
I
4
·•
       
4.   Literatur
dari
Internet
a.  
Mirror
Site Pusat Primata
Schmutzer
b.  
Website
Taman
Margasatwa
Ragunan
c.  
Website
Yayasan
Gibbon Indonesia
d. 
Definisi
Primata
e. Artikel          
"Membaca          
Kepunahan          
Primata          
Langka" (
f. 
Artikel
"Primata 
Di
Ambang
Bahaya, 
Meningkatnya 
Ancaman 
Kepunahan
Bagi 
Kerabat                          Terdekat                         
Manusia"
meningkatnya-ancaman-kepunahan-bagi-kerabat-terdekat-manusia.pdf)
g.
''Primata   
Indonesia 
:  
Antara    Ancaman  
Dan 
Status  
Konservasinya"
indonesia-antara-ancaman-dan-statns-konservasinya%E2%80%9DD
h. 
"Kepunahan dan
i. 
"The 
World's 
Largest 
Primate 
Center: 
Schmutzer''
I
I  
f
J.
''Pusat 
Primata 
Schmutzer, 
Pnsat 
Primata 
Terbesar 
di 
Dunia"
terbesar-di-dunia.html)
  
I    :
:
5
2.2. Definisi Primata
Primata adalah mamalia yang menjadi anggota ordo biologi Primates. Di dalam
ordo ini tennasuk lemur, tarsius, monyet, kera, dan juga manusia. Kata ini berasal dari
kata bahasa Latin primates yang berarti
"yang pertama, terbaik,
mulia". Colin
Groves
mencatat sekitar 350 spesies primata dalam Primate Taxonomy. Ilmu yang mempelajari
primata dinamakan primatologi.
'
Seluruh primata
memilik
lima
jari (pentadactyly), bentuk gigi
yang sama dan
rancangan tubub primitif (tidak terspesialisasi). Kekhasan Jain dari primata adalah kuku
jari. Ibu jari dengan arah yang berbeda juga menjadi salah satu ciri khas primata, tetapi
tidak
terbatas dalam primata saja; opossum juga
memiliki jempol berlawanan. Dalam
primata, kombinasi dari ibu jari
berlawanan, jari kuku pendek (bukan cakar) dan jari
yang panjang dan menutup ke dalam adalah sebuah relik dari posisi jari
(brachiation)
moyangnya di masa lalu yang barangkali menghuni pohon. Semua primata, bahkan yang
tidak 
memiliki   sifat 
yang 
biasa 
dari 
primata 
lainnya 
(seperti 
Loris), 
meiniliki
karakteristik
arah
mata
yang
bersifat
stereoskopik (memandang ke
depan, bukan
ke
samping) dan postur tubub tegak.
2.3.Macam-macam
Primata
Ordo primata terdiri atas 5 familia,
yaitu Prosimian, Macaques (macaca/kera),
Leaf Monkeys (monyet daun), Gibbon, dan Ape.
Prosimian
adalah
primata
primitif.
Di
Indonesia
terdapat Kukang
dan
Tarsius
yang tennasuk dalam familia ini. Kukang terkenal akan gerakarmya yang lambat namun
mempunyai cengkraman kuat, sedangkan Tarsius merupakan hewan mungil yang sangat
tangkas. Kedua prosimian ini adalah makhluk nokturnal (aktif di malam hari).
Macaques memiliki ciri berupa kantung pipi untuk menyimpan makanan. Kera­
kera ini banyak tersebar di Indonesia, salah satunya adalahMacacafascicularis
(Monyet
Ekor Panjang) yang sering dipakai untuk atraksi topeng monyet.
Leaf
monkeys,
seperti
namanya
biasanya hidup
di
atas
pohon
dan
memakan
daun-daunan.
Di
Indonesia,
primata
jenis
ini
sering
disebut
dengan
Lutung. Primata
jenis
ini
berpindah dari
satu
tempat
ke tempat lainnya dengan
meloncat menggunakan
tungkai kaki belakang.
Sedangkan
Gibbon
memiliki
perbedaan.
Ciri
khasnya
adalah
tangannya
yang
panjang  karena  digunakan  untuk  bergelantungan.
Yang  tennasuk 
jenis 
ini  adalah
Siamang dan Owa.
Ape adalah jenis primata yang tidak berekor. Orangutan dan Wau-wau tennasuk
ke dalam jenis ini.
I    :
:
2.4. Taman  Margasatwa
Ragunan
'
Pada awalnya Taman Margasatwa
Ragunan, didirikan pada 19 September 1864
di
Batavia
(kini
Jakarta)
dengan
nama
"Planten
en
Dierentuin".
Kebun
binatang
ini
pertama-tama dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia (Culture
  
i
,.
-
-
6
Vereniging
Planten
en
Dierentuin
at
Batavia).
Kebun
binatang 
pertama
di
Indonesia
ini
berdiri 
diatas 
laban
tanah 
seluas 
10
ha
di
Cikini 
yang
dihibahkan 
oleh
Raden 
Saleh,
pelukis ternama
Indonesia.
Setelah 
Indonesia 
merdeka 
pada
tahun 
1949 
namanya  diubah 
menjadi  Kebun
Binatang 
Cikini.
Dengan
perkembangan 
Jakarta,
Cikini
menjadi
tidak
cocok
lagi
untuk
peragaan  satwa.
Pada
tahun
1964,
Pemerintah  DKI
Jakarta 
menghibahkan 
laban
seluas
30
ha di Ragunan,
Pasar
Minggu.
Kebun
Binatang
Ragunan
dibuka
secara
resmi
pada
22
Juni
1966
oleh
Gubernur
DKI
Jakarta
dengan
nama
Taman
Margasatwa
Ragunan.
Pengelolaan 
kebun
binatang
ini
kemudian
diberikan
kepada
seorang
pencinta
satwa
bernama
Benjamin
Gaulstaun, yang
kemudian
menjadi
direktur
pertama.
Sesuai
Peraturan 
Gubernur
Provinsi
DKI
Jakarta
No.
135
Tahun
2009,
Struktur
Organisasi 
UPT 
Taman 
Margasatwa  
Ragunan  
Dinas 
Kelautan   dan 
Pertanian 
DKI
Jakarta,
terdiri
dari:
-
Kepala
Unit
-
Sub
Bagian
Tata Usaha
-
Seksi
Pelayanan
Pengunjung
-
Seksi
Kesejahteraan  Satwa
-
Sub
Kelompok
jabatan
Fungsional
2.5. Pusat Primata
Schmutzer
·
2.5.1.
Deskripsi
Pusat Primata
Schmutzer
Pusat
Primata
Schmutzer
berdiri
atas
prakarsa
dari
mendiang
ibu Puck
Schmutzer.   Beliau  
merupakan  
pencinta  
satwa  
yang   sangat   peduli  
dengan
pelestarian
satwa
liar
di Indonesia.
lbu
Puck
juga
ikut
menghibahkan
sebagian
dananya 
untuk 
pembangunan 
Pusat 
Primata 
ini.
lnisiatif 
pembangunan 
Pusat
Primata 
kemudian 
dilanjutkan 
oleh 
rekan 
beliau, 
Dr. 
Ir. 
Willie 
Smits 
yang
merupakan  
direktur 
The 
Gibbon 
Foundation.  
Willie 
Smits, 
yang 
kemudian
memberi
nama
Pusat
Primata
Schmutzer.
Dahulu
pusat
primata
terbesar
terletak
di  Leipzig,  Jerman. 
Namun 
sekarang 
Pusat 
Primata 
Schmutzer 
adalah   
yang
terbesar 
di
dunia
dengan
luas
area
13
ha.
Pusat
Primata 
Schmutzer 
diresmikan
oleh
Gubernur
DKI
Jakarta 
Sutiyoso
pada
20
Agustus
2002.
Sejak
2
Mei
2006
Pusat 
Primata 
Schmutzer 
diserahkan 
sepenuhnya 
kepada 
Pemerintah 
Provinsi
DKI   Jakarta  
dan kemudian 
dikelola   sepenuhnya  
oleh   Taman   Margasatwa
Ragunan.
Saat
ini Pusat
Primata
Schmutzer
memiliki
20
jenis
primata
yang
berasal
I
dari  dalam
dan
luar
negeri.
Hampir  semua  primata  yang
terdapat  di
lokasi
ini
I    '
'
merupakan 
primata  yang 
dilindungi, 
dan 
merupakan 
hasil  sitaan 
atau  serahan
I
dari
masyarakat.  Di
dalam
kawasan
seluas
13
ha
ini
juga
terdapat
lebih
dari
84
jenis
pohon
yang
menambah
asri
kawasan Pusat
Primata
Schmutzer.
  
7
2.5.2. Filosofi Dasar
(Motto)
Memberik:in yang terbaik bagi satwa dan pengunjung.
2.5.3.Prinsip Schmutzer dalam
mencapai
visi
..·_  •:..
Konservasi 
primata  adalah  bagian  penting  untuk 
mengamankan
warisan Indonesia dan dunia
Mengutamakan nasib satwa (primata) dalam pengelolaan.
Faktor  pendidikan  masyarakat  adalah  kini  keberhasilan  program
konservasi promata di Indonesia.
Pusat Primata Schmutzer
mengembangkan konsep
lingkungan yang
serba  hijau  dan
ditata sealarniah
mungkin
sehingga satwa
merasa
seolah berada di habitat aslinya.
2.5.4.
Visi  dan   Misi 
Taman   Margasatwa 
Ragunan   dan   Pusat   Primata
Schmotzer
Visi:
Membantu
masyarakat Indonesia
untuk lebih menghargai dan peduli
pada keindahan satwa liar di Indonesia.
Mewujudkan 
Taman  Margasatwa  Ragunan  sejajar  dengan  kebun
binatang di kota-kota besar
di
negara rnaju yang dihuni oleh satwa
yang sejahtera.
Misi:
UiJ.tuk
mempromosikan
konservasi
primata
Indonesia
melalui
pendidikan publik.
Meningkatkan kualitas kesejahteraan satwa mendekati habitatnya.
Meningkatkan   masyarakat   cinta   satwa 
dalam   rangka 
sosialisai
konservasi ek-sitn.
Meniilgkatkan kerjasama ilmiah dan informasi satwa baik dalam dan
Iuar negeri.
Meniilgkatkan hubungan antar
daerah
atau
negara
melalui
program
tukar menukar satwa antar kebun binatang dalam dan luar negeri.
Meningkatkan
pelestarian
dan
keindahan fauna
flora sebagai suatu
ekosistem yang terpadu.
Meniilgkatkan Taman Margasatwa Ragunan sebagai wilayah resapan
air  dan  pengendalian
run 
off  melalui
pembuatan dan
pendalaman
waduk/danau.
  
I
8
2.5.5.
Jenis
Primata
yang
dipelihara
-
Lemur Coklat
-
Lemur Ekor Cincin
-
Yaki
-Dige
-
Boti
-
Beruk Lampung
-Kapuchin
-
Monyet Ekor Panjang
-
Monyet Jepang
-
Lutung Perak
-
Orangutan Kalimantan
-
Simpanse
-
Lutung Jawa
-
Surili
-
Simpai
-
Beklintan
-
Siamang
-
Siamang Kerdil
-OwaJawa
-Kelawat
-
OwaAgilis
-OwaUngko
-
Gorila Dataran Rendah
2.5.6.
Fasilitas
Fasilitas
untuk satwa
yang
terdapat
di area
ini dibuat sealami
mungkin.
Sehingga diharapkan
satwa
dapat berperilaku
seperti
di
habitat
alarninya.
Tidak
hanya fasilitas untuk satwa yang terdapat di area
ini, di dalam Pusat Primata juga
terdapat
fasilitas
lainnya. Fasilitas
tersebut
antara
lain
terowongan
orangutan,
jembatan
cantilever,
playground, air
minum
niagara,
dan
pusat
pendidikan
primata. Di dalam pusat pendidikan primata terdapat
museum,
perpustakaan, dan
teater
yang dapat
memberikan informasi
yang
lebih
mendalam
mengenai
dunia
primata.
2.5.6.1.
Fasilitas
Rekreasi
Yang menjadi
atraksi
utama
dalam
PPS
adalah
keberadaan
jembatan
observasi
yang
dibangun
melintang
di
atas
area kawasan
enklosur
gorila.
Jembatan
ini
berfungsi sebagi
alur
utama
peljalanan
pengunjung selepas
melewati
area
masuk
utama
yang
terlindungi
atap
kanopi. Dari atas
jembatan pengunjung
dapat
mengamati
gorila sewaktu
bermain atau beraktivitas.
Selain
itu PPS memiliki
fasilitas menarik sperti 
fasilitas berupa
gua  atau 
terowongan  buatan 
dimana pengunjung bisa
masuk
dan
bertualang
didalamnya
sekaligus
melihat
primata
melalui
jendela
yang
ada di terowongan tersebut.
Fasilitas berikutnya, ada ygn disebut pulau simpanse. Di areal ini
pengunjung disediakan
jalan
berupa
jembatan  kecil
yang
mengelilingi
I   
•                                                                                                                            
                                          
sebuah pulau
kecil yang
ditinggali
sejumlah primata. Disini pengunjung
dapat
melihat
hewan-hewan tersebut
bermain
di
satu
pohon
ke
pohon
lainnya.
Di
sekitar
areal
ini
juga
ada
taman
buah
yang berisi
sejumlah
tanaman buah-buahan.
  
9
I
Fasilitas
lainnya
adalah
jembatan
kanopi,
menara
pandang dan
taman patung. Selain
itn ada satn fasilitas yang belum dapat diwujudkan ·
yaitn wahana pohon raksasa.
Hampir
seluruh areal
di
PPS
dibuat
dengan
suasana
alam
yang
dikelilingi
banyak
tanaman
sehingga pengunjung
seperti
diajak
utnuk
merasakan
bagaimana kehidupan
primata-primata
ini di
habitat aslinya.
Fasilitas permainan untnk ariak juga tersedia, seperti sky walking dan tali
gantung.
Untuk 
tempat 
melepas  Ielah  disediakan . bangku  dan 
tempat
berteduh
shingga pengunjung
dapat beristirahat
sejenak
sambil
memandangi primata yang ada disekitarnya.
2.5.6.2.
Fasilitas
Pendidikan
Untnk
keperluan pendidikan dan penelitian maka PPS dilengkapi
dengan beberapa fasilitas penting seperti museum, gua edukasi, teater dan
perpustakaan. 
lsi 
dari  museum  adalah  seputar 
pengetahuan  tentang
primata dan daerah
penyebararmya, juga berisi sejumlah
testimonial dari
tokoh
masyarakat
yang
pernah
mengunjungi PPS.
Teater
memp1myai
kapasitas 83 kursi dan menyimpan lebih dari 50judul film tetang primata.
Sementara
perpustakaan
mempunyai koleksi
lebih
dari
500
jdul
buku
tentang primata.
Selain 
itn 
untnk 
menambah  pengetahuan  pengunjung,  maka
hampir
di
setiap
area
dipasang
semacam papan
pengetahuan
primata
antara
lain
berisi
tentang tipe orang
utan, tentang
bagaimana kehidupan
dan
aktivitas
orang
utan
seperti
cara mereka
berpindah dari
pohon,
bagaimana 
meperebutkan 
makanan  dan 
menggunakan ·  alat,   sampai
informasi mengenaip perlindungan orang utang bisa di baca.
2.5.7.
Jam Operasional
Pusat
Primata
Schmutzer-TMR.
dibuka setiap
hari, Senin-Minggu,
loket
dibuka   pada   pukul   09.00-16.00WIB.   Sebelum 
memasuki   area   ini   para
pengunjung  harus  mengikuti  peraturan 
yang  ada.  Hal  ini  dilakukan  untnk
menjaga
keselamatan
satwa,
serta
kenyamanan pengunjung. Pengunjung dapat
menitipkan barang bawaannya di tempat penitipan barang yang telah disediakan.
Terdapat  beberapa
peratnran
yang
harus diikuti pengunjung
saat
akan
memasuki
area
Pusat
Primata
Schmutzer,
antara
lain:
Tidak
membawa
masuk
makanan,
minuman, rokok dan korek api, tas berukuran besar, jaket, senjata api,
senjata
tajam,  mainan
anak
dan
benda-benda
lain
diluar
barang-barang
yang
diperkenankan
masuk. Barang-barang yang dapat diperkenankan masuk antara
lain  tas
tangan,  dompet,
handphone,
kamera, perlengkapan
bayi,
serta  obat­
i
obatan pribadi.
•'
  
10
allAN
a:wASA
N-IAK
RO.,BONGAH
JU'-ttAH
I'ENGUNJU
ce•.v
AI-IAK
68 Sol 0
21G.S2S
174.196
JANUMI D
UAPJ
MARET
1
'
3
3
56.2-1)
l
62.297
132:.721
109.324
47.2-&.S
)4.380
1.H4
I.S94
2.0S.S
1.6:.25"
S.2.89
007
lUf.tll'f{
65L261
190S52
4.826
12.125
859.164
2.5.8. Data
Statistik Pengunjung
""
Keterangan: sampai
per
27 Maret
2011
2.5.9.Metode Promosi
Brosur,  Leaflet, 
Mengadakan 
kegiatan 
seperti 
Kuliah
Primata, 
Sahabat
Primata,
dan
lain-lain.
2.6.Logo
2.7.
Target Pengunjung
Masyarakat 
Indonesia    terutama    penduduk 
Jakarta 
dan  
sekitarnya,  
serta
wisatawan
mancanegara
dengan
status
sosial
middle
low,
middle
high to
high.
2.8. Kompetitor
2.8.1.Taman Safari Indonesia
Taman
Safari
Indonesia
adalah
tempat
wisata
keluarga
yang
berwawasan
Iingkungan
dan
berorientasi
habitat
satwa
pada alam
bebas.
Taman 
ini
terletak 
di
Desa 
Cibeureum 
Kecamatan 
Cisarua,
Kabupaten
Bogor,
Jawa
Barat
atau
yang
lebih
dikenal
dengan
kawasn
Puncak.
Taman
Safari
Indonesia  dibangun  pada
tahun  1980  pada
sebuah 
perkebunan 
teh
yang
sudah
  
11
tidak
produktif. Taman
ini
menjadi
penyangga Taman Nasional Gunung
Gede
Pangrango. Taman
ini
terletak pada ketinggian 900-1800
m
di atas permukaan
!aut, serta mempunyai suhu rata-rata 16-24 derajat celcius.
Taman
ini
telah ditetapkan sebagai Objek Wisata Nasional oleh Soesilo
Soedarman,
Menteri
Pariwisata
Pos
dan Telekomunikasi pada
masa
itu.
Lebih
jauh, taman
ini juga telah diresmikan
menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka
di
Indonesiii 'oleh
Hasyrul
Harahap,
Menteri
Kehutanan
pada
masa
itu,
pada
tanggal16
Maret 1990.
Taman Safari memiliki koleksi satwa dari
hampir seluruh penjuru dunia
dan
juga satwa  lokal,
seperti
komodo,
Bison,
beruang
madu
hitam,
harimau
putih,
gajah, anoa
dan
lain
sebagainya. Fasilitas yang
terdapat
di
Taman Safari
Indonesia yaitu bus safari, danau buatan, sepeda air, kano, kolam renang dengan
seluncur ombak, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman
burung, baby
zoo, kincir raksasa, gajah tunggang, kuda tunggang, komedi putar,
pentas sirkus, area
gocart,
children's  play ground,
born born car, rumah setan,
kesenian tradisional dan sulap di panggung terbuka balai ruyung safari.
TAMAN SAFARI
,
-J_-- 
I
B_<?,.
A
\
yJJY
I    .
.
I I
  
J
12
2.8.2.
Leipzig
Zoo,
Jerman (Pongoland)
Kebun
Binatang  Leipzig  didirikan  pada tahun  1908,
milik
salah
satu
kebun
binatang
tertua.
Kebun Binatang
Leipzig
menawarkan
pengunjung
kesempatan  untuk 
menembus  dunia  tema  yang 
misterius,  di 
mana  kebun
binatang
ini
dibagi
menjadi
6
tema  dunia
y
itu 
Afrika,
Asia,
Griindergarten,
Gondwanaland,  South  American,  dan  Pongoland.  Pongoland  dalam  Kebun
i
Binatang
Leipzig
ini
dahulu
terkenal
sebagai
pusat
primata terbesar di
dunia,
I
sebelmn sekarang dikalahkan oleh Pusat Primata Schmutzer.
Pongoland, dunia
para
primata,
menjadi
area pertama
yang telah selesai
dibangun 
dan 
dibuka 
pada  tahun   2001.  Pusat 
konservasi 
yang 
unik 
ini
merupakan
proyek
keijasama
dengan
Max
Planck
Institute
for Evolutionary
Anthrqpology.
Para
ilmuwan
dari
MPI-EVA
yang
mempelajari
perkembangan
manusia
terkadang
melakukan,
melakukan
observasi,
perilaku
primata dalam
rangka
mengetahui 
lebih 
lanjut 
tentang
kemampuan 
mere.ka dan 
dapat
menyimpulkan tentang asal usul manusia.
MPI   telah   membnat   sebuah   homepage 
untuk 
Pongoland. 
Mereka
memperkenalkan setiap
kera
individu dari
Pongoland
dan
memberikan banyak
informasi menarik tentang kegiatan hewan.
Dengan luas sekitar 30.000
m2, Pongoland merupakan pameran terbesar
primata besar di dunia dan
merupakan rumah bagi gorila, simpanse, bonobo dan
orang
utan.
Ruang
tropis
seluas
3.250
m2
telah
memiliki
lima kandang
yang
mereproduksi
habitat
alam,
di
mana
pengunjung dapat
menyaksikan
hewan
melalui
jendela kaca atau di
selokan. Warna hijau
yang
matang, air
teijun dan
teknik modem mendukung suasana iklim tropis di Pongoland.
Lima enklosur besar dengan
vegetasi
yang sedemikian rupa memberikan
keleluasan   pada   hewan   untuk   beraktivitas. 
Di   atas   jembatan   dan 
jalur
petualangan, 
pengunjung 
dapat 
semakin 
lebih 
dekat 
dengan  primata  dan
menonton mereka di parit.
ZQO
!
f!J.rG
  
13
!
I
I
'
2.9.SWOT
2.9.1. Strength
Merupakan Pusat Primata terbesar di dunia.
Memiliki
fasilitas modem
yang lengkap
untuk
menambah wawasan
dan pengetahuan
tentang dunia primata.
Suasana yang dibuat sealarniah mungkin seperti hutan belantara.
Dilengkapi
dengan berbagai macam jenis primata
di
dunia, bahkan
juga salah satu primata langka di dunia yaitu gorila.
  
I
I     ' i   
' i   
'
'      '
'
14
I
Harga
tiket
yang
relatif
murah
untuk
sebuah
fasilitas
yang sarat
dengan informasi dan ilmu pengetahuan.
2.9.2.
Weakness
Lokasi
yang
menjadi
satu
dengan
Taman
Margasatwa Ragunan,
sehingga orang terkadang tidak tahu keberadaannya.
Citra
dari
Pusat
Primata
Sclnnutzer yang
telah
berkesan buruk
semenjak pengelolaan dipindah-tangankan.
Berbagai
fasilitas
dan
media
informasi
yang
semakin
tidak
terawat
sehingga menjadi disfungsi.
2.9.3.
Opportunity
Lokasi
yang
terletak
di
Jakarta, 
menjadikannya suatu sentra
bisnis
yang
dapat
menarik
wisatawan/pengunjung
, siswa/mahasiswa,
praktisi
dari
berbagai
pokok
nusantara. Dan
sebagai
gerbang
intemasional, dapat
mendorong masuknya wisatawan mancanegara.
Merupakan 
satu-satunya  pusat 
primata  terlengkap 
yang  ada 
di
Indonesia.
Sebagai
pusat
primata,
Sclnnutzer
memiliki keunikan
pada
koleksi
dan
pengetahuan tentang
primata sehingga Pusat Primata Sclnnutzer
akan
tetap
menjadi
tempat
yang tepat
bagi
mereka
yang
ingiin
berekreasi sekaligus menambah pengetahuannya tentang primata.
2.9.4.
Threat
Adanya kebun binatang yang telah memiliki citra yang lebih baik dan
keberadaannya yang telah diketahui.
Pola  hidup  konsumtif  yang
membuat
masyarakat  pada
umumnya
lebih 
memilih 
untuk 
menghabiskan
liburan  di 
mall  dan pusat
perbelanjaan.
Masyarakat  Indonesia  umumnya tidak
mengakui dan
menganggap
kelebihan
tempat
pariwisata
Indonesia
dan
menganggap tempat
pariwisata luar negeri mana saja lebih baik dari Indonesia.