![]() BAB2
DATA
DAN ANALISA
2.1.
Sumber
Data
Data-data yang ada diperoleh melalui:
,.·. 'lt.
1. Wawancara dengan pihak Taman Margasatwa Ragunan, bagian kependidikan.
I
I
2. Buku Referensi mengenai Satwa Liar.
3. Survei
eli
lapangan (Pusat Primata Schmutzer-Taman
Margasatwa
Ragunan).
i
,
I
,
I
|
![]() I
4
·
4. Literatur
dari
Internet
a.
Mirror
Site Pusat Primata
Schmutzer
b.
Website
Taman
Margasatwa
Ragunan
c.
Website
Yayasan
Gibbon Indonesia
d.
Definisi
Primata
e. Artikel
"Membaca
Kepunahan
Primata
Langka" (
f.
Artikel
"Primata
Di
Ambang
Bahaya,
Meningkatnya
Ancaman
Kepunahan
Bagi
Kerabat Terdekat
Manusia"
meningkatnya-ancaman-kepunahan-bagi-kerabat-terdekat-manusia.pdf)
g.
''Primata
Indonesia
:
Antara Ancaman
Dan
Status
Konservasinya"
indonesia-antara-ancaman-dan-statns-konservasinya%E2%80%9DD
h.
"Kepunahan dan
i.
"The
World's
Largest
Primate
Center:
Schmutzer''
I
I
f
J.
''Pusat
Primata
Schmutzer,
Pnsat
Primata
Terbesar
di
Dunia"
terbesar-di-dunia.html)
|
![]() I :
:
5
2.2. Definisi Primata
Primata adalah mamalia yang menjadi anggota ordo biologi Primates. Di dalam
ordo ini tennasuk lemur, tarsius, monyet, kera, dan juga manusia. Kata ini berasal dari
kata bahasa Latin primates yang berarti
"yang pertama, terbaik,
mulia". Colin
Groves
mencatat sekitar 350 spesies primata dalam Primate Taxonomy. Ilmu yang mempelajari
primata dinamakan primatologi.
'
Seluruh primata
memilik
lima
jari (pentadactyly), bentuk gigi
yang sama dan
rancangan tubub primitif (tidak terspesialisasi). Kekhasan Jain dari primata adalah kuku
jari. Ibu jari dengan arah yang berbeda juga menjadi salah satu ciri khas primata, tetapi
tidak
terbatas dalam primata saja; opossum juga
memiliki jempol berlawanan. Dalam
primata, kombinasi dari ibu jari
berlawanan, jari kuku pendek (bukan cakar) dan jari
yang panjang dan menutup ke dalam adalah sebuah relik dari posisi jari
(brachiation)
moyangnya di masa lalu yang barangkali menghuni pohon. Semua primata, bahkan yang
tidak
memiliki sifat
yang
biasa
dari
primata
lainnya
(seperti
Loris),
meiniliki
karakteristik
arah
mata
yang
bersifat
stereoskopik (memandang ke
depan, bukan
ke
samping) dan postur tubub tegak.
2.3.Macam-macam
Primata
Ordo primata terdiri atas 5 familia,
yaitu Prosimian, Macaques (macaca/kera),
Leaf Monkeys (monyet daun), Gibbon, dan Ape.
Prosimian
adalah
primata
primitif.
Di
Indonesia
terdapat Kukang
dan
Tarsius
yang tennasuk dalam familia ini. Kukang terkenal akan gerakarmya yang lambat namun
mempunyai cengkraman kuat, sedangkan Tarsius merupakan hewan mungil yang sangat
tangkas. Kedua prosimian ini adalah makhluk nokturnal (aktif di malam hari).
Macaques memiliki ciri berupa kantung pipi untuk menyimpan makanan. Kera
kera ini banyak tersebar di Indonesia, salah satunya adalahMacacafascicularis
(Monyet
Ekor Panjang) yang sering dipakai untuk atraksi topeng monyet.
Leaf
monkeys,
seperti
namanya
biasanya hidup
di
atas
pohon
dan
memakan
daun-daunan.
Di
Indonesia,
primata
jenis
ini
sering
disebut
dengan
Lutung. Primata
jenis
ini
berpindah dari
satu
tempat
ke tempat lainnya dengan
meloncat menggunakan
tungkai kaki belakang.
Sedangkan
Gibbon
memiliki
perbedaan.
Ciri
khasnya
adalah
tangannya
yang
panjang karena digunakan untuk bergelantungan.
Yang tennasuk
jenis
ini adalah
Siamang dan Owa.
Ape adalah jenis primata yang tidak berekor. Orangutan dan Wau-wau tennasuk
ke dalam jenis ini.
I :
:
2.4. Taman Margasatwa
Ragunan
'
Pada awalnya Taman Margasatwa
Ragunan, didirikan pada 19 September 1864
di
Batavia
(kini
Jakarta)
dengan
nama
"Planten
en
Dierentuin".
Kebun
binatang
ini
pertama-tama dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia (Culture
|
![]() i
,.
-
-
6
Vereniging
Planten
en
Dierentuin
at
Batavia).
Kebun
binatang
pertama
di
Indonesia
ini
berdiri
diatas
laban
tanah
seluas
10
ha
di
Cikini
yang
dihibahkan
oleh
Raden
Saleh,
pelukis ternama
Indonesia.
Setelah
Indonesia
merdeka
pada
tahun
1949
namanya diubah
menjadi Kebun
Binatang
Cikini.
Dengan
perkembangan
Jakarta,
Cikini
menjadi
tidak
cocok
lagi
untuk
peragaan satwa.
Pada
tahun
1964,
Pemerintah DKI
Jakarta
menghibahkan
laban
seluas
30
ha di Ragunan,
Pasar
Minggu.
Kebun
Binatang
Ragunan
dibuka
secara
resmi
pada
22
Juni
1966
oleh
Gubernur
DKI
Jakarta
dengan
nama
Taman
Margasatwa
Ragunan.
Pengelolaan
kebun
binatang
ini
kemudian
diberikan
kepada
seorang
pencinta
satwa
bernama
Benjamin
Gaulstaun, yang
kemudian
menjadi
direktur
pertama.
Sesuai
Peraturan
Gubernur
Provinsi
DKI
Jakarta
No.
135
Tahun
2009,
Struktur
Organisasi
UPT
Taman
Margasatwa
Ragunan
Dinas
Kelautan dan
Pertanian
DKI
Jakarta,
terdiri
dari:
-
Kepala
Unit
-
Sub
Bagian
Tata Usaha
-
Seksi
Pelayanan
Pengunjung
-
Seksi
Kesejahteraan Satwa
-
Sub
Kelompok
jabatan
Fungsional
2.5. Pusat Primata
Schmutzer
·
2.5.1.
Deskripsi
Pusat Primata
Schmutzer
Pusat
Primata
Schmutzer
berdiri
atas
prakarsa
dari
mendiang
ibu Puck
Schmutzer. Beliau
merupakan
pencinta
satwa
yang sangat peduli
dengan
pelestarian
satwa
liar
di Indonesia.
lbu
Puck
juga
ikut
menghibahkan
sebagian
dananya
untuk
pembangunan
Pusat
Primata
ini.
lnisiatif
pembangunan
Pusat
Primata
kemudian
dilanjutkan
oleh
rekan
beliau,
Dr.
Ir.
Willie
Smits
yang
merupakan
direktur
The
Gibbon
Foundation.
Willie
Smits,
yang
kemudian
memberi
nama
Pusat
Primata
Schmutzer.
Dahulu
pusat
primata
terbesar
terletak
di Leipzig, Jerman.
Namun
sekarang
Pusat
Primata
Schmutzer
adalah
yang
terbesar
di
dunia
dengan
luas
area
13
ha.
Pusat
Primata
Schmutzer
diresmikan
oleh
Gubernur
DKI
Jakarta
Sutiyoso
pada
20
Agustus
2002.
Sejak
2
Mei
2006
Pusat
Primata
Schmutzer
diserahkan
sepenuhnya
kepada
Pemerintah
Provinsi
DKI Jakarta
dan kemudian
dikelola sepenuhnya
oleh Taman Margasatwa
Ragunan.
Saat
ini Pusat
Primata
Schmutzer
memiliki
20
jenis
primata
yang
berasal
I
dari dalam
dan
luar
negeri.
Hampir semua primata yang
terdapat di
lokasi
ini
I '
'
merupakan
primata yang
dilindungi,
dan
merupakan
hasil sitaan
atau serahan
I
dari
masyarakat. Di
dalam
kawasan
seluas
13
ha
ini
juga
terdapat
lebih
dari
84
jenis
pohon
yang
menambah
asri
kawasan Pusat
Primata
Schmutzer.
|
![]() 7
2.5.2. Filosofi Dasar
(Motto)
Memberik:in yang terbaik bagi satwa dan pengunjung.
2.5.3.Prinsip Schmutzer dalam
mencapai
visi
..·_ :..
Konservasi
primata adalah bagian penting untuk
mengamankan
warisan Indonesia dan dunia
Mengutamakan nasib satwa (primata) dalam pengelolaan.
Faktor pendidikan masyarakat adalah kini keberhasilan program
konservasi promata di Indonesia.
Pusat Primata Schmutzer
mengembangkan konsep
lingkungan yang
serba hijau dan
ditata sealarniah
mungkin
sehingga satwa
merasa
seolah berada di habitat aslinya.
2.5.4.
Visi dan Misi
Taman Margasatwa
Ragunan dan Pusat Primata
Schmotzer
Visi:
Membantu
masyarakat Indonesia
untuk lebih menghargai dan peduli
pada keindahan satwa liar di Indonesia.
Mewujudkan
Taman Margasatwa Ragunan sejajar dengan kebun
binatang di kota-kota besar
di
negara rnaju yang dihuni oleh satwa
yang sejahtera.
Misi:
UiJ.tuk
mempromosikan
konservasi
primata
Indonesia
melalui
pendidikan publik.
Meningkatkan kualitas kesejahteraan satwa mendekati habitatnya.
Meningkatkan masyarakat cinta satwa
dalam rangka
sosialisai
konservasi ek-sitn.
Meniilgkatkan kerjasama ilmiah dan informasi satwa baik dalam dan
Iuar negeri.
Meniilgkatkan hubungan antar
daerah
atau
negara
melalui
program
tukar menukar satwa antar kebun binatang dalam dan luar negeri.
Meningkatkan
pelestarian
dan
keindahan fauna
flora sebagai suatu
ekosistem yang terpadu.
Meniilgkatkan Taman Margasatwa Ragunan sebagai wilayah resapan
air dan pengendalian
run
off melalui
pembuatan dan
pendalaman
waduk/danau.
|
![]() I
8
2.5.5.
Jenis
Primata
yang
dipelihara
-
Lemur Coklat
-
Lemur Ekor Cincin
-
Yaki
-Dige
-
Boti
-
Beruk Lampung
-Kapuchin
-
Monyet Ekor Panjang
-
Monyet Jepang
-
Lutung Perak
-
Orangutan Kalimantan
-
Simpanse
-
Lutung Jawa
-
Surili
-
Simpai
-
Beklintan
-
Siamang
-
Siamang Kerdil
-OwaJawa
-Kelawat
-
OwaAgilis
-OwaUngko
-
Gorila Dataran Rendah
2.5.6.
Fasilitas
Fasilitas
untuk satwa
yang
terdapat
di area
ini dibuat sealami
mungkin.
Sehingga diharapkan
satwa
dapat berperilaku
seperti
di
habitat
alarninya.
Tidak
hanya fasilitas untuk satwa yang terdapat di area
ini, di dalam Pusat Primata juga
terdapat
fasilitas
lainnya. Fasilitas
tersebut
antara
lain
terowongan
orangutan,
jembatan
cantilever,
playground, air
minum
niagara,
dan
pusat
pendidikan
primata. Di dalam pusat pendidikan primata terdapat
museum,
perpustakaan, dan
teater
yang dapat
memberikan informasi
yang
lebih
mendalam
mengenai
dunia
primata.
2.5.6.1.
Fasilitas
Rekreasi
Yang menjadi
atraksi
utama
dalam
PPS
adalah
keberadaan
jembatan
observasi
yang
dibangun
melintang
di
atas
area kawasan
enklosur
gorila.
Jembatan
ini
berfungsi sebagi
alur
utama
peljalanan
pengunjung selepas
melewati
area
masuk
utama
yang
terlindungi
atap
kanopi. Dari atas
jembatan pengunjung
dapat
mengamati
gorila sewaktu
bermain atau beraktivitas.
Selain
itu PPS memiliki
fasilitas menarik sperti
fasilitas berupa
gua atau
terowongan buatan
dimana pengunjung bisa
masuk
dan
bertualang
didalamnya
sekaligus
melihat
primata
melalui
jendela
yang
ada di terowongan tersebut.
Fasilitas berikutnya, ada ygn disebut pulau simpanse. Di areal ini
pengunjung disediakan
jalan
berupa
jembatan kecil
yang
mengelilingi
I
sebuah pulau
kecil yang
ditinggali
sejumlah primata. Disini pengunjung
dapat
melihat
hewan-hewan tersebut
bermain
di
satu
pohon
ke
pohon
lainnya.
Di
sekitar
areal
ini
juga
ada
taman
buah
yang berisi
sejumlah
tanaman buah-buahan.
|
![]() 9
I
Fasilitas
lainnya
adalah
jembatan
kanopi,
menara
pandang dan
taman patung. Selain
itn ada satn fasilitas yang belum dapat diwujudkan ·
yaitn wahana pohon raksasa.
Hampir
seluruh areal
di
PPS
dibuat
dengan
suasana
alam
yang
dikelilingi
banyak
tanaman
sehingga pengunjung
seperti
diajak
utnuk
merasakan
bagaimana kehidupan
primata-primata
ini di
habitat aslinya.
Fasilitas permainan untnk ariak juga tersedia, seperti sky walking dan tali
gantung.
Untuk
tempat
melepas Ielah disediakan . bangku dan
tempat
berteduh
shingga pengunjung
dapat beristirahat
sejenak
sambil
memandangi primata yang ada disekitarnya.
2.5.6.2.
Fasilitas
Pendidikan
Untnk
keperluan pendidikan dan penelitian maka PPS dilengkapi
dengan beberapa fasilitas penting seperti museum, gua edukasi, teater dan
perpustakaan.
lsi
dari museum adalah seputar
pengetahuan tentang
primata dan daerah
penyebararmya, juga berisi sejumlah
testimonial dari
tokoh
masyarakat
yang
pernah
mengunjungi PPS.
Teater
memp1myai
kapasitas 83 kursi dan menyimpan lebih dari 50judul film tetang primata.
Sementara
perpustakaan
mempunyai koleksi
lebih
dari
500
jdul
buku
tentang primata.
Selain
itn
untnk
menambah pengetahuan pengunjung, maka
hampir
di
setiap
area
dipasang
semacam papan
pengetahuan
primata
antara
lain
berisi
tentang tipe orang
utan, tentang
bagaimana kehidupan
dan
aktivitas
orang
utan
seperti
cara mereka
berpindah dari
pohon,
bagaimana
meperebutkan
makanan dan
menggunakan · alat, sampai
informasi mengenaip perlindungan orang utang bisa di baca.
2.5.7.
Jam Operasional
Pusat
Primata
Schmutzer-TMR.
dibuka setiap
hari, Senin-Minggu,
loket
dibuka pada pukul 09.00-16.00WIB. Sebelum
memasuki area ini para
pengunjung harus mengikuti peraturan
yang ada. Hal ini dilakukan untnk
menjaga
keselamatan
satwa,
serta
kenyamanan pengunjung. Pengunjung dapat
menitipkan barang bawaannya di tempat penitipan barang yang telah disediakan.
Terdapat beberapa
peratnran
yang
harus diikuti pengunjung
saat
akan
memasuki
area
Pusat
Primata
Schmutzer,
antara
lain:
Tidak
membawa
masuk
makanan,
minuman, rokok dan korek api, tas berukuran besar, jaket, senjata api,
senjata
tajam, mainan
anak
dan
benda-benda
lain
diluar
barang-barang
yang
diperkenankan
masuk. Barang-barang yang dapat diperkenankan masuk antara
lain tas
tangan, dompet,
handphone,
kamera, perlengkapan
bayi,
serta obat
i
obatan pribadi.
'
|
![]() 10
allAN
a:wASA
N-IAK
RO.,BONGAH
JU'-ttAH
I'ENGUNJU
ce.v
AI-IAK
68 Sol 0
21G.S2S
174.196
JANUMI D
UAPJ
MARET
1
'
3
3
56.2-1)
l
62.297
132:.721
109.324
47.2-&.S
)4.380
1.H4
I.S94
2.0S.S
1.6:.25"
S.2.89
007
lUf.tll'f{
65L261
190S52
4.826
12.125
859.164
2.5.8. Data
Statistik Pengunjung
""
Keterangan: sampai
per
27 Maret
2011
2.5.9.Metode Promosi
Brosur, Leaflet,
Mengadakan
kegiatan
seperti
Kuliah
Primata,
Sahabat
Primata,
dan
lain-lain.
2.6.Logo
2.7.
Target Pengunjung
Masyarakat
Indonesia terutama penduduk
Jakarta
dan
sekitarnya,
serta
wisatawan
mancanegara
dengan
status
sosial
middle
low,
middle
high to
high.
2.8. Kompetitor
2.8.1.Taman Safari Indonesia
Taman
Safari
Indonesia
adalah
tempat
wisata
keluarga
yang
berwawasan
Iingkungan
dan
berorientasi
habitat
satwa
pada alam
bebas.
Taman
ini
terletak
di
Desa
Cibeureum
Kecamatan
Cisarua,
Kabupaten
Bogor,
Jawa
Barat
atau
yang
lebih
dikenal
dengan
kawasn
Puncak.
Taman
Safari
Indonesia dibangun pada
tahun 1980 pada
sebuah
perkebunan
teh
yang
sudah
|
![]() 11
tidak
produktif. Taman
ini
menjadi
penyangga Taman Nasional Gunung
Gede
Pangrango. Taman
ini
terletak pada ketinggian 900-1800
m
di atas permukaan
!aut, serta mempunyai suhu rata-rata 16-24 derajat celcius.
Taman
ini
telah ditetapkan sebagai Objek Wisata Nasional oleh Soesilo
Soedarman,
Menteri
Pariwisata
Pos
dan Telekomunikasi pada
masa
itu.
Lebih
jauh, taman
ini juga telah diresmikan
menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka
di
Indonesiii 'oleh
Hasyrul
Harahap,
Menteri
Kehutanan
pada
masa
itu,
pada
tanggal16
Maret 1990.
Taman Safari memiliki koleksi satwa dari
hampir seluruh penjuru dunia
dan
juga satwa lokal,
seperti
komodo,
Bison,
beruang
madu
hitam,
harimau
putih,
gajah, anoa
dan
lain
sebagainya. Fasilitas yang
terdapat
di
Taman Safari
Indonesia yaitu bus safari, danau buatan, sepeda air, kano, kolam renang dengan
seluncur ombak, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman
burung, baby
zoo, kincir raksasa, gajah tunggang, kuda tunggang, komedi putar,
pentas sirkus, area
gocart,
children's play ground,
born born car, rumah setan,
kesenian tradisional dan sulap di panggung terbuka balai ruyung safari.
TAMAN SAFARI
,
-J_--
I
B_<?,.
A
\
yJJY
I .
.
I I
|
![]() J
12
2.8.2.
Leipzig
Zoo,
Jerman (Pongoland)
Kebun
Binatang Leipzig didirikan pada tahun 1908,
milik
salah
satu
kebun
binatang
tertua.
Kebun Binatang
Leipzig
menawarkan
pengunjung
kesempatan untuk
menembus dunia tema yang
misterius, di
mana kebun
binatang
ini
dibagi
menjadi
6
tema dunia
y
itu
Afrika,
Asia,
Griindergarten,
Gondwanaland, South American, dan Pongoland. Pongoland dalam Kebun
i
Binatang
Leipzig
ini
dahulu
terkenal
sebagai
pusat
primata terbesar di
dunia,
I
sebelmn sekarang dikalahkan oleh Pusat Primata Schmutzer.
Pongoland, dunia
para
primata,
menjadi
area pertama
yang telah selesai
dibangun
dan
dibuka
pada tahun 2001. Pusat
konservasi
yang
unik
ini
merupakan
proyek
keijasama
dengan
Max
Planck
Institute
for Evolutionary
Anthrqpology.
Para
ilmuwan
dari
MPI-EVA
yang
mempelajari
perkembangan
manusia
terkadang
melakukan,
melakukan
observasi,
perilaku
primata dalam
rangka
mengetahui
lebih
lanjut
tentang
kemampuan
mere.ka dan
dapat
menyimpulkan tentang asal usul manusia.
MPI telah membnat sebuah homepage
untuk
Pongoland.
Mereka
memperkenalkan setiap
kera
individu dari
Pongoland
dan
memberikan banyak
informasi menarik tentang kegiatan hewan.
Dengan luas sekitar 30.000
m2, Pongoland merupakan pameran terbesar
primata besar di dunia dan
merupakan rumah bagi gorila, simpanse, bonobo dan
orang
utan.
Ruang
tropis
seluas
3.250
m2
telah
memiliki
lima kandang
yang
mereproduksi
habitat
alam,
di
mana
pengunjung dapat
menyaksikan
hewan
melalui
jendela kaca atau di
selokan. Warna hijau
yang
matang, air
teijun dan
teknik modem mendukung suasana iklim tropis di Pongoland.
Lima enklosur besar dengan
vegetasi
yang sedemikian rupa memberikan
keleluasan pada hewan untuk beraktivitas.
Di atas jembatan dan
jalur
petualangan,
pengunjung
dapat
semakin
lebih
dekat
dengan primata dan
menonton mereka di parit.
ZQO
!
f!J.rG
|
![]() 13
!
I
I
'
2.9.SWOT
2.9.1. Strength
Merupakan Pusat Primata terbesar di dunia.
Memiliki
fasilitas modem
yang lengkap
untuk
menambah wawasan
dan pengetahuan
tentang dunia primata.
Suasana yang dibuat sealarniah mungkin seperti hutan belantara.
Dilengkapi
dengan berbagai macam jenis primata
di
dunia, bahkan
juga salah satu primata langka di dunia yaitu gorila.
|
![]() .
I
I ' i
' i
'
' '
'
14
I
Harga
tiket
yang
relatif
murah
untuk
sebuah
fasilitas
yang sarat
dengan informasi dan ilmu pengetahuan.
2.9.2.
Weakness
Lokasi
yang
menjadi
satu
dengan
Taman
Margasatwa Ragunan,
sehingga orang terkadang tidak tahu keberadaannya.
Citra
dari
Pusat
Primata
Sclnnutzer yang
telah
berkesan buruk
semenjak pengelolaan dipindah-tangankan.
Berbagai
fasilitas
dan
media
informasi
yang
semakin
tidak
terawat
sehingga menjadi disfungsi.
2.9.3.
Opportunity
Lokasi
yang
terletak
di
Jakarta,
menjadikannya suatu sentra
bisnis
yang
dapat
menarik
wisatawan/pengunjung
, siswa/mahasiswa,
praktisi
dari
berbagai
pokok
nusantara. Dan
sebagai
gerbang
intemasional, dapat
mendorong masuknya wisatawan mancanegara.
Merupakan
satu-satunya pusat
primata terlengkap
yang ada
di
Indonesia.
Sebagai
pusat
primata,
Sclnnutzer
memiliki keunikan
pada
koleksi
dan
pengetahuan tentang
primata sehingga Pusat Primata Sclnnutzer
akan
tetap
menjadi
tempat
yang tepat
bagi
mereka
yang
ingiin
berekreasi sekaligus menambah pengetahuannya tentang primata.
2.9.4.
Threat
Adanya kebun binatang yang telah memiliki citra yang lebih baik dan
keberadaannya yang telah diketahui.
Pola hidup konsumtif yang
membuat
masyarakat pada
umumnya
lebih
memilih
untuk
menghabiskan
liburan di
mall dan pusat
perbelanjaan.
Masyarakat Indonesia umumnya tidak
mengakui dan
menganggap
kelebihan
tempat
pariwisata
Indonesia
dan
menganggap tempat
pariwisata luar negeri mana saja lebih baik dari Indonesia.
|