|
22
pribumi
dalam
konteks
komunikasi
sosial,
dan
tidak
responsif
terhadap
realitas
sosial dilingkungannya.
Sejarah Indonesia dalam 50 terakhir
menunjukkan bahwa
istilah
"Cina" dalam
konteks bahasa Indonesia
mengundang beberapa konotasi. Tahun 50-an, pers
Indonesia telah menggunakan kata "Tionghoa" sesuai dengan kata "Tiongkok"
untuk
merujuk
kepada
negara
Cina.
Hal
ini
secara
resmi
dirubah
lagi
setelah
tahun 1965. Berdasarkan gagasan Seminar Angkatan Darat, yang didukung oleh
beberapa elemen etnis Cina anti-komunis seperti BAKOM-PKB, kata "Tionghoa"
diganti
menjadi
"Cina",
yang
saat
itu
jelas
jelas
mengandung
konotasi
negatif.
Pada bulan Juli 1998, setelah Soeharto lengser, disepakati dalam pertemuan
tokoh-tokoh etnis Cina bahwa
istilah
kembali
diganti
menjadi
"Tionghoa".
Dan
dari semua kutipan di atas terdapat bahwa adanya "diskriminasi secara
transparant" yang terjadi bahkan sampai sekarang ini.
2.4.1
Stereotipe
Stereotipe adalah pendapat atau prasangka mengenai orang-
orang
dari
kelompok
tertentu, dimana
pendapat
tersebut
hanya
didasarkan
bahwa
orang-orang
tersebut
termasuk
dalam kelompok
tertentu tersebut. Stereotipe dapat berupa prasangka positif dan negatif,
dan
kadang-kadang
dijadikan alasan untuk melakukan tindakan
diskriminatif.
Sebagian
orang
menganggap segala bentuk stereotipe
negatif.
Stereotipe
jarang
sekali
akurat,
biasanya
hanya
memiliki
|