|
Setiap kali terjadi penjualan selalu dibuatkan faktur (atau nota) penjualan tunai.
Atas dasar faktur inilah Bagian Kassa akan menerima sejumlah uang dari
pembeli.
2.
Bukti Kas Masuk
Bukti ini perlu dibuat sebagai dasar untuk mencatat transaksi penjualan tunai ke
buku jurnal penerimaan kas. Adalah tidak praktis untuk membukukan setiap
faktur penjualan tunai ke jurnal penerimaan kas mengingat dalam dua jam saja
mungkin terjadi transaksi penjualan tunai puluhan sampai ratusan kali. Oleh
karena itu agar lebih praktis, maka secara periodik yaitu setiap (dua, tiga, atau
empat) jam sekali, atau mungkin bahkan setiap hari, faktur penjualan tunai
dikumpulkan, kemudian dibuatkan bukti kas masuk. Jadi setiap bukti kas masuk
dilampiri beberapa lembar faktur/nota penjualan tunai.
3.
Pita Kas Register
Mesin kas register selalu dilengkapi dengan pita penjumlahan. Selain pita yang
biasanya diserahkan kepada pembeli setelah pembeli membayar, di dalam mesin
masih terdapat pita lain yang utuh yang mencetak penerimaan-penerimaan kas
suatu hari. Mekanisme pengawasan dan penggunaan kas register pada umumnya
sebagai berikut :
Pada saat toko mau buka, alat penghitung pada kas register saldonya
dinolkan. Mesin kemudian dikunci dan kuncinya dipegang pejabat lain
(biasanya pengawas).
Pada setiap saat tertentu (dua, tiga, empat jam, atau satu hari), mesin dibuka
pita kas register dan uang diambil oleh pejabat tertentu. Jumlah uang yang
diambil harus sama dengan jumlah yang tertera dalam pita.
|