![]() 5
kaku,
bau
cengkeh
yang
sangat
khas, dan
dokter
gigi
yang
berseragam
putih
lengkap
dengan
masker
dan
sarong
tangan.Menurut Drg.
Diana
Manifestari,
sebagai
salah
satu
narasumber,
butuh
2
sampai
3
kali
pertemuan
untuk
membujuk
anak
yang
memiliki
perasaan
takut
terhadap
dokter
gigi, yang
biasa
kita sebut dentaphobia.
Menurut
Ivan
Sujana,
selaku
dosen
Psikologi
Universitas Indonesia,
Dengan cara
mengajak
ngobrol, bercerita tentang kegiatan
yang
mereka
lakukan,
itu adalah
beberapa cara
yang
ampuh
untuk
meluluhkan
hati sang
anak.
Dengan
begitu kita
mengetahui keadaan
hati dari sang anak, apa
yang sedang dia rasakan
dan
apa
yang
sedang
dia
pikirkan. Salah
satu
cara
untuk
menyiapkan
anak
mengunjungi
kedokter
gigi
adalah
mengajak
anak
mengunjungi
perpustakaan
dan
ke
toko
buku
untuk
mencari buku
tentang
kunjungan
ke
dokter
gigi. Tentu
buku
tersebut
memiliki
keunikan
sendiri
dan
bersifat
atraktif.
Temanilah
anak
pada
saat
ke
dokter
gigi,
anak-anak umumnya
akan
lebih
tenang
jika
yang
menemani
adalah
orangtua
nya
sendiri.
Jangan
lupa,
untuk
memberi
semacam
reward bagi mereka yang telah sukses mengunjungi dokter gigi untuk diperiksa.
2.2.2 Kuesioner
Berdasarkan
basil
kuesioner
yang
penulis
sebarkan
ke
85
orang
untuk
wilayah
ibn
kola
Jakarta,
tentang
pandangan
banyak
orang
terhadap
dokter
gigi. Kuesioner
tersebut akan dijelaskan melalui inforgrafik dan penjelasannya.
1. Kapan
biasanya
anda
pergi ke dokter gigi ?
55% orang
menjawab datang ke dokter gigi pada saat
gigi
mereka sakit. 26% orang
menjawan
datang ke
dokter
gigi
6
bulan
sekali.
Dan
selebihnya
menjawab datang
ke
dokter
gigi
pada
saat
gigi
mereka
kotor,
ketika
orang tua
atau
orang
lain
menyuruh
untuk
datang
ke
dokter
gigi
dan
alasan
lainnya.
Persentase
terbanyak
menjawab
datang ke
dokter
gigi
pada saat
gigi
mereka
sakit,
mereka
masih
belum
mempunyai
kesadaran
bahwa
ke
dokter
gigi
harus
dilakukan
minimal
6
bulan
sekali, untuk mengontrol gigi mereka masing-masing.
|