|
24
dan
disisipi
dengan
entertainment
untuk
menarik
perhatian
khalayak
sehingga informasi sebagai pesan utamanya dapat diterima.
Di tanah air, infotainmen terbukti digemari penonton televisi. Ia
terkadang mengundang pro dan kontra, terutama soal etika peliputan
yang dianggap terlalu mendalam
memasuki wilayah pribadi
narasumber.
Pertumbuhan
infotainment di Indonesia diproduksi
bersamaan
dengan
sinetron,
reality
show,
merupakan
bukti
nyata
dari
the logic accumulation atau dalam istilah Dedy N. Hidayat (2003)
never-ending circuit of capital accumulation : M-C-M (Money-
Commodities-More Money).
Menurut
Dedy N.
Hidayat
yang dikutip dari Iswandi Syahputra
(2006;69), mengatakan :
Industri televisi menciptakan selera pasar sambil menyatakan
inilah
selera
pasar
dan
memaksa stasiun
televisi
mengakui
serta
mengakumulasi program sejenis, disaat bersamaan
menyeimbangkan
program lain,
sinetron,
reality
show,
kontes-kontesan
sangat
membutuhkan infotainment, demikian juga sebaliknya.
2.3 TEORI-TEORI KHUSUS
2.3.1 Pengertian Presenter
Istilah presenter mulai akrab di dengar dan dipopulerkan oleh industri
televisi di Indonesia. Presenter televisi adalah istilah Inggris, untuk orang yang
membawakan acara atau program televisi (Ensiklopedi online-google.com
hari Senin tanggal 21 februari pukul 14.00 WIB).
|