|
32
2.1.8 Televisi
Televisi
merupakan
perkembangan medium
berikutnya
setelah
radio
diketemukan
dengan
karakternya
yang
sepesifik
yaitu
audio
visual
atau
peletak
dasar
utama teknologi pertelevisian adalah Paul Nipkow
dari
Jerman tahun (1884)
dan
diberi
nama Jantra Nipkow (Dedy Iskandar Muda, 2004:4)
Sedangkan
Efendy
mengatakan, televisi
adalah
media
komunikasi
jarak
jauh
dengan penayangan
gambar dan
pendengaran suara, baik
melalui
kawat
maupun
secara
elektromagnetik
tanpa kawat.
Kata televisi
berasal
dari bahasa
Yunani
tele yang
berarti jauh dan vision yang berarti penglihatan (2005;361)
Dari
beberapa
pendapat
mengenai
televisi
di
atas,
dapat
disimpulkan bahwa
televisi
adalah
alat
komunikasi jarak
jauh
tanpa
dibatasi
ruang,
yang
mampu
menayangkan suara sekaligus gambar bergerak melalui udara secara elektromagnetik.
Televisi
merupakan gabungan
dari
media
dengar
dan
gambar
yang bisa
bersifat
informatif, pendidikan, dan hiburan bahkan gabungan dari ketiga
unsur tersebut. Televisi
yaitu
perpaduan
antara
radio
(broadcast)
dan
film
(moving
picture).
Para
penonton
di
rumah
tidak
mungkin
menangkap
siaran
televisi,
jika
tidak
terdapat
unsur
radio
dan
tidak
dapat
melihat
gambar
yang
bergerak
pada
layar
pesawat
televisi
jika
tidak
ada
unsur film.
Suatu
program
siaran
televisi
dapat
dilihat
dan didengar
oleh penonton,
karena
dipancarkan oleh pemancar, jika pemancarnya tidak berfungsi optimal.
|