|
19
masyarakat lainnya, ataupun secara vertical, dari suatu
generasi ke generasi berikutnya. Pada sisi lain, budaya
menetapkan norma-norma (komunikasi) yang dianggap sesuai
untuk suatu kelompok.
2.
Komunikasi Ekspresif
Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi
orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut
menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan
(emosi) kita.
Perasaan-perasaan tersebut dikomunikasikan
terutama melalui pesan-pesan non-verbal.
3.
Komunikasi Ritual
Komunikasi ritual biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu
komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan
sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para
antropolog sebagai rites of passage. Kegiatan ritual
memungkinkan para pesertanya berbagi komitmen emosional
dan menjadi perekat bagi kepaduan mereka, juga sebagai
pengabdian kepada kelompok.
4.
Komunikasi Instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum:
menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap
dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakan
|