Home Start Back Next End
  
1
Karena adanya percampuran kebudayaan dan ras dengan orang Eropa inilah maka
Maluku merupakan satu-satunya wilayah Indonesia yang digolongkan sebagai
daerah
Mestizo.
Bahkan hingga sekarang banyak marga di Maluku yang berasal
dari bangsa asing, seperti contoh:
Belanda: Van Afflen, Van Room, De Wanna, De Kock, Kniesmeijer,
Gaspersz, Ramschie, Payer, Ziljstra, Van der Weden dan lain-lain.
Portugal: Da Costa, De Fretes, Que, Carliano, De Souza, De Carvalho,
Pareira, Courbois, Frandescolli dan lain-lain.
Spanyol: Oliviera, Diaz, De Jesus, Silvera, Rodriguez, Montefalcon,
Mendoza, De Lopez dan lain-lain.
Arab: Al-Kaff, Al Chatib, Bachmid, Bakhwereez, Bahasoan, Al-Qadri,
Alaydrus, Assegaff dan lain-lain.
2.3.1.5. Bahasa
Lalu, bahasa yang digunakan di provinsi Maluku adalah Bahasa Melayu Ambon,
yang merupakan salah satu dialek bahasa Melayu. Sebelum bangsa Portugis
menginjakan kakinya di Ternate (1512), bahasa Melayu telah ada di Maluku dan
dipergunakan sebagai bahasa perdagangan.
Banyaknya pulau yang saling terpisah satu dengan yang lainnya, mengakibatkan
semakin beragamnya bahasa yang dipergunakan di provinsi kepulauan terbesar di
Indonesia ini. Jika diakumulasikan, terdapat setidaknya 132 bahasa di kepulauan
Maluku.
Bahasa Indonesia, seperti di wilayah Republik Indonesia lainnya, digunakan dalam
kegiatan-kegiatan publik yang resmi seperti di sekolah-sekolah dan di kantor-
kantor pemerintah.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter