|
3
2.3.6. Kendala dan Masalah Pariwisata Maluku
1.
Pola pikir jangka pendek orang Maluku, sebagai tuan rumah,
yang melihat
pariwisata sebagai lahan untuk mendapatkan keuntungan semata, tanpa
didukung pelayanan yang terbaik, demi kesejahteraan jangka panjangnya.
2.
Orang Maluku yang mudah terpengaruh akan isu yang kurang bertanggung
jawab, sehingga mengakibatkan dampak negatif
pada keamanan dan
kenyamanan wisatawan.
3.
Hal di butir 2 (dua) juga mengakibatkan dalam masyarakat Indonesia, orang
Maluku dikenal sebagai pemberontak yang kurang bisa bekerjasama dengan
baik, dan selalu ingin menang sendiri, dengan menunjukkan kekerasan.
4.
Peran serta pemerintah yang kurang aktif dalam menjaga
dan melestarikan
budaya Maluku, hal ini dapat dilihat dari kurangnya promosi pariwisata.
5.
Berkurangnya kelimpahan rempah-rempah Maluku yang dulu dikenal sebagai
The Spice Islands.
6.
Sistem transportasi antar-pulau yang kurang memadai, mengakibatkan daerah-
daerah di Maluku sulit dijangkau.
7.
Pembangunan infrastruktur
paska kerusuhan berjalan cukup lamban.
Kurangnya rambu penunjuk jalan, dan lampu-lampu penerangan. Dalam
beberapa tempat, masih terasa seperti daerah mati.
8.
Sistem birokrasi
yang terlalu kaku dan menyulitkan, tidak hanya membuat
berkurangnya minat pengembang wisata, namun juga membuat promosi
pariwisata terhambat.
|