Home Start Back Next End
  
3
Tua Raja Soya dihiasi oleh benda-benda antik, dan terdapat Gereja Tua Soya
(Protestan) yang masih
digunakan untuk ibadah. Desa ini juga pernah
dikunjungi oleh St. Fransiscus Xaverius yang tiba di Ambon tahun 1546.
Untuk memperingatinya, berdiri sebuah patung misionaris tersebut di
samping Gereja Tua Soya.
Kolam Waiselaka
Terletak di Desa Waai, yang merupakan habitat belut raksasa (morea)
yang
panjangnya melebihi satu meter dan lebarnya menyerupai batang pohon
kelapa. Morea tersebut
dipercaya dapat memberikan keberuntungan bagi
pengunjung yang melihat hewan ini.
Wisatawan dapat memegang morea-
morea tersebut.
2.3.7.2. Wisata Sejarah
Pantai Naku
Berhadapan dengan Laut Banda. Memiliki air laut yang jernih, tempat ideal
untuk berjemur, berenang, menyelam, dan berselancar. Di sekitar pantai
ini, terdapat Air Terjun Aihang setinggi 15 meter. Di desa ini juga terdapat
Gua Liang Kupang, yang merupakan lokasi persembunyian tentara pada
Perang Dunia II, hingga terdapat tulang-tulang manusia. Setiap tahun, desa
ini dibersihkan secara adat, dan juga memiliki upacara pernikahan dan
penobatan raja.
Gunung Sirimau
Terletak di desa Soya. Terdapat sebuah tempayan yang dianggap keramat
oleh masyarakat setempat, yang konon katanya tidak pernah kering. Air
dari tempayan tersebut dapat diminum dan dapat digunakan untuk
mengusap bagian tubuh, sambil mengucap keinginan yang dipercaya
mujur. Rumah Tua Raja Soya dihiasi oleh benda-benda antik, dan terdapat
Gereja Tua Soya (Protestan) yang masih digunakan untuk ibadah. Desa ini
juga pernah dikunjungi oleh St. Fransiscus Xaverius yang tiba di Ambon
tahun 1546. Untuk memperingatinya, berdiri sebuah patung misionaris
tersebut di samping Gereja Tua Soya.
Benteng New Victoria
Pada tahun 1575 Portugis mendirikan sebuah benteng yang terbuat dari
kayu, dalam rangka mengamankan posisi mereka di Ambon. Sekutu
Portugis menetap di sekitar benteng ini. Lalu Belanda menduduki benteng
ini dan menamainya Fort New Victoria. Komunitas di sekitar benteng terus
bertumbuh dan menjadi apa yang sekarang dikenal dengan sebutan Kota
Ambon. Diperlukan surat khusus dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
untuk mengunjunginya.
Hari Pattimura
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter