Home Start Back Next End
  
4
2.7. ANALISA KASUS
Strength
Faktor kepariwisataan Maluku yang sesuai dengan minat masyarakat Eropa,
yang lebih menyukai pola perjalanan wisata yang bersifat Allo-centric, yakni
menyukai hal-hal baru, dan siap menghadapi risiko petualangan.
Pesona alam Maluku yang masih “perawan”.
Posisi Maluku yang berperan penting dalam sejarah peradaban dunia, atau
sebagai cikal-bakal eksplorasi dunia.
Maluku merupakan tempat asimilasi budaya Melanesia, Polinesia, Timur
Tengah, Asia, dan Eropa.
Keramahtamahan masyarakat Maluku sebagai tuan rumah, karena
menjunjung tinggi nilai sosial.
Weakness
Kurang memadainya informasi mengenai pariwisata Maluku di luar negeri.
Kurangnya peran serta keaktifan pemerintah dalam mempromosikan
pariwisata.
Memiliki kendala transportasi, infrastruktur, dan birokrasi yang kurang
menunjang.
Berkurangnya kuantitas rempah-rempah Maluku yang dulu dikenal sebagai
The Spice Islands.
Akses transportasi yang membutuhkan transit, membuka celah pariwisata
bagi daerah lain.
Opportunity
Sejarah Maluku yang menyimpan hubungan langsung dengan beberapa
negara yang tidak hanya di Eropa, namun juga Timur Tengah, Asia, dan
Australia.
Kebijakan pemerintah pusat yang menggabungkan Ekonomi Kreatif dengan
Pariwisata.
Potensi kepariwisataan Maluku, yang sesuai dengan arah pariwisata global
(community-based tourism) dan arah pariwisata nasional (creative-based
tourism), terutama dalam wilayah Wisata Alam dan Budaya.
Threat
Keamanan di Maluku yang mudah diadu domba oleh provokasi dari pihak-
pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter