Home Start Back Next End
  
2.2 Data Cerita
Sebagai cerita folklore yang akan diangkat oleh penulis sebagai storyline aplikasi, maka
penulis perlu memahami cerita “Bawang Merah Bawang Putih” mulai dari asal usulnya,
penokohan, dan yang utama, alur cerita. Referensi alur cerita penulis ambil dari situs
CERITAANAK.ORG. 
Dalam cerita ini diceritakan seorang Bawang Putih yang kehilangan ibunya karena sakit
keras. Ayahnya menikah kembali dengan seorang janda beranak satu. Anak dari janda itu
bernama Bawang Merah. Awalnya semua berjalan baik baik saja. Tapi perlahan mulai kelihatan
sifat buruk dari Bawang Merah dan ibunya. Mereka menindas Bawang Putih dengan
menyuruhnya mengerjakan semua pekerjaan rumah. 
Suatu hari, ayah Bawang Putih meninggal dunia. Kekejaman Bawang Merah dan ibunya
semakin menjadi jadi saja. Mereka tidak hanya menyuruh Bawang Putih melakukan semua
pekerjaan rumah, namun hampir semua pekerjaan harus ia lakukan. Bawang Putih dengan
senang hati melakukan semuanya dengan harapan suatu hari ibu tirinya akan menerimanya
sebagai anak kandung.
Pada suatu waktu, Bawang Putih sedang mencuci di tepian sungai ketika salah satu baju
cuciannya hanyut terbawa arus. Celakanya, baju yang hanyut terbawa arus itu adalah baju
kesayangan ibu tirinya. Tentu saja dengan marah ibu tirinya memerintahkan Bawang Putih untuk
mencari baju itu.
Bawang Putih mulai menyusuri sungai tempat ia mencuci tapi tidak juga menemukannya
hingga hari mulai gelap. Menyadari bahwa ia harus mencari tempat singgah, Bawang Putih
segera menghampiri rumah yang ia lihat di ujung sungai dan mengetuk pintunya. Rumah itu
dihuni oleh seorang nenek yang ternyata telah menemukan baju yang hanyut itu.
5
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter